Seputarkita,Nganjuk – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta jasa laundry di Kabupaten Nganjuk mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang terjadi sejak awal April 2026.
Selain sulit didapat, harga gas melon tersebut juga melonjak hingga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per tabung.Rabu(15/4/2026)
Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada LPG untuk operasional sehari-hari.
Ribut, seorang pelaku usaha laundry di Kecamatan Rejoso, mengaku baru kali ini mengalami kelangkaan gas LPG selama puluhan tahun menjalankan usahanya.
“Saya sudah puluhan tahun usaha laundry, baru kali ini merasakan LPG 3 kg sangat sulit didapat,” ujarnya kepada awak media.
Menurutnya, untuk mendapatkan gas LPG, ia harus mencari hingga ke luar kecamatan seperti Gondang dan wilayah Kota Nganjuk. Namun, ketersediaan tetap terbatas.
“Kalaupun ada, biasanya hanya dijatah satu tabung dengan harga bisa sampai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan harus menempuh jarak sekitar 7 kilometer demi mendapatkan satu tabung gas, itupun tidak selalu tersedia.
Keluhan serupa juga disampaikan Mujiati, seorang penjual kopi di Nganjuk.
Ia mengaku kerap kehabisan LPG sehingga mengganggu aktivitas usahanya.
“Sering kehabisan gas, jadi terpaksa pakai kayu bakar supaya warung tetap jalan untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.
Para pelaku UMKM berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga serta memperlancar distribusi LPG 3 kg, agar usaha mereka dapat terus bertahan di tengah kondisi sulit ini.(NT)
