SeputarKita, Nganjuk – Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpinda) Kabupaten Nganjuk menggelar acara adat Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo, Sabtu, 6 Juni 2026, pukul 14.00 WIB. Perhelatan akbar ini merupakan tradisi turun-temurun yang telah berlangsung sejak tahun 1880 hingga 2026, sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas hasil bumi dan keselamatan.
Rangkaian acara diawali dengan upacara adat yang berlangsung khidmat. Hadir dalam kegiatan ini Bupati Nganjuk, Marhaein Jumadi, Wakil Bupati Nganjuk, Tri Handy Cahyo Saputro, serta Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Cahyono. Turut mendampingi seluruh Camat, pimpinan instansi daerah, serta para Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Nganjuk.
Upacara inti dilaksanakan di Alun-alun Kecamatan Berbek, dimulai dengan doa selamatan. Setelah rangkaian doa selesai, dilanjutkan dengan prosesi arak-arakan gunungan hasil bumi. Berbagai hasil pertanian dan sayuran disusun indah membentuk gunungan dan dimuat di atas kendaraan yang telah dihias dengan cantik.

Rombongan arak-arakan bergerak dari Alun-alun Berbek menuju Pendopo KRT Sosrokoesoemo Nganjuk, Jalan Basuki Rahmad, dengan menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer. Sepanjang rute perjalanan, pawai ini disaksikan dan disambut antusias oleh ribuan warga yang memadati pinggir jalan dari Kecamatan Berbek hingga kawasan pendopo kabupaten.
Sesampainya di halaman depan pendopo, rombongan melakukan prosesi khusus saat melewati pintu masuk dengan memanjatkan doa bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan dan penempatan pusaka di ruang utama Pendopo KRT Sosrokoesoemo sebagai bagian dari sakralitas tradisi tersebut.
Kemeriahan berlanjut ke alun-alun kabupaten di mana terhampar rapi sebanyak 284 ambeng yang berasal dari seluruh desa dan kelurahan di Nganjuk, disiapkan untuk selamatan bersama warga.
Puncak acara ditandai dengan tradisi berebut gunungan hasil bumi di halaman depan pendopo kabupaten. Suasana menjadi sangat semarak dan penuh kegembiraan saat ribuan pengunjung berlarian mendekati gunungan, saling berdesakan dan berebut hasil bumi yang dipercaya membawa berkah dan kemakmuran.(NT)
