SeputarKita, Nganjuk – Dua bocah menjadi korban luka akibat ledakan benda diduga kuat berupa bom ikan yang ditemukan di atas atap sebuah rumah kontrakan di kawasan Perumahan Vila Garas, Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Kedua korban adalah DF (12 tahun) dan RF (13 tahun), keduanya berdomisili di Dusun Garas, Desa Mlorah. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa berawal saat kedua bocah tersebut sedang berburu hewan bunglon di sekitar lokasi. Saat sedang memanjat pohon, DF melihat sebuah bungkusan yang terbungkus rapi dan diletakkan di atas atap rumah kontrakan.
Didorong rasa ingin tahu, DF kemudian mengambil dan membuka bungkusan tersebut, disaksikan oleh temannya, RF. Karena tidak mengetahui isinya, mereka sempat memegang dan membanting bungkusan itu ke tanah. Secara tiba-tiba, benda tersebut meledak dengan keras. Ledakan itu cukup kuat hingga membuat tubuh kedua bocah tersebut terpelanting beberapa meter dari lokasi kejadian.
Suara ledakan langsung mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi. Salah satu warga, KN, menceritakan bahwa ia melihat kedua korban sudah tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah.
“Warga langsung melapor ke perangkat desa. Setelah datang, perangkat desa segera membawa kedua korban menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, serta melaporkan kejadian ini ke Polres Nganjuk,” ujar salah seorang warga.
Tak lama kemudian, tim dari Polres Nganjuk beserta tim Gegana tiba di lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mencari sumber ledakan. Berdasarkan keterangan warga sekitar, benda yang meledak itu disimpan di atas atap rumah yang sedang dikontrak oleh seorang laki-laki berinisial MS (24 tahun), warga asal Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Diduga, bom ikan tersebut disimpan oleh MS dan rencananya akan digunakan untuk mencari ikan di kawasan Bendungan Semantok.
Pihak kepolisian akhirnya membawa MS ke kantor Polres Nganjuk untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait penyimpanan bahan peledak tersebut.
Sementara itu, kondisi kedua korban yang menjalani perawatan medis: DF menderita luka parah pada tangan kiri, di mana tiga jarinya putus akibat ledakan. Ia kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Solo untuk penanganan lebih lanjut. Sedangkan RF mengalami luka di bagian kaki dan masih dalam perawatan. (NT)
