SeputarKita, Ngawi – Pemerintah Desa (Pemdes) Manisharjo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, kembali menegaskan komitmen nyatanya dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako yang digelar secara masif pada Senin, 18 Mei 2026, dengan pusat kegiatan di lingkungan Kantor Desa Manisharjo.
Dalam program yang sangat dinantikan ini, tercatat sebanyak 512 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh wilayah desa berhak menerima bantuan. Agar dampak yang dirasakan benar-benar signifikan dan mampu memenuhi kebutuhan dapur warga dalam jangka waktu yang cukup lama, pemerintah desa menyiapkan paket sembako dengan jumlah yang cukup besar. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras berkualitas baik dan 4 liter minyak goreng.
Kepala Desa Manisharjo, Wiji, turun langsung ke lokasi untuk memantau jalannya proses pendistribusian sejak pagi hari. Beliau menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebuah intervensi strategis pemerintah desa dalam merespons dinamika harga kebutuhan pokok yang kerap berfluktuasi di pasaran.
“Kami memahami betul kondisi yang terjadi di lapangan, di mana kebutuhan operasional dapur setiap keluarga harus terus berjalan. Oleh karena itu, melalui hasil musyawarah desa, kami sepakat menyalurkan bantuan dalam jumlah yang cukup besar—yakni 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap keluarga. Harapannya, manfaat ini bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lebih lama oleh 512 keluarga yang kami bantu,” ungkap Wiji di sela-sela kegiatan pembagian bantuan.
Proses penyaluran yang berlangsung di balai pertemuan kantor desa berjalan dengan sangat tertib dan lancar. Sejak pukul 08.00 WIB, warga yang telah memegang kupon undangan dan kartu identitas diri telah hadir dan mengantre secara teratur. Guna menjamin kelancaran serta keamanan kegiatan, pemerintah desa juga melibatkan jajaran perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat untuk mengatur alur pendistribusian agar tidak terjadi penumpukan antrean.
Lebih lanjut, Kades Wiji menegaskan bahwa daftar 512 KPM yang menerima bantuan ini telah melalui tahap verifikasi dan validasi data yang ketat dan teliti. Langkah ini diambil agar anggaran desa yang digunakan dapat disalurkan secara tepat sasaran, jatuh ke tangan masyarakat yang paling membutuhkan, seperti lansia, keluarga prasejahtera, hingga warga yang terdampak kondisi ekonomi.
Inisiatif cerdas dan peduli dari Pemdes Manisharjo ini pun disambut dengan penuh rasa syukur dan sukacita oleh seluruh warga setempat. Pasokan beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter dinilai sangat membantu mengamankan stok pangan keluarga untuk beberapa minggu ke depan. Selain itu, keberadaan bantuan ini membuat uang belanja yang sebelumnya dialokasikan untuk kebutuhan tersebut kini dapat dialihkan guna menutupi keperluan mendesak lainnya, seperti biaya pendidikan anak atau kebutuhan tambahan rumah tangga.
Dengan suksesnya penyaluran bantuan pangan ini, Pemerintah Desa Manisharjo berharap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat desa dapat terus terjaga dengan baik. Ke depannya, pemerintah desa juga berkomitmen untuk terus mengawal dan mengembangkan program-program berbasis kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan demi kemajuan bersama. (Pathok).
