Bukan Sekadar Pelatihan, RSUD dr. Sayidiman Magetan Perkuat SDM Lewat Inovasi KOMPAS
Seputarkita,MAGETAN – Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada kelengkapan fasilitas maupun kecanggihan teknologi medis. Kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penting dalam memberikan pelayanan yang profesional, aman, dan berkualitas kepada masyarakat.(22/10/2026)
Menyadari pentingnya hal tersebut, RSUD dr. Sayidiman Magetan terus melakukan pembenahan tata kelola kepegawaian melalui inovasi KOMPAS (Kompetensi Manajemen Aparatur Strategis). Inovasi ini dirancang untuk memperkuat sistem pengelolaan sekaligus meningkatkan kompetensi pegawai secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui KOMPAS, pengembangan kompetensi pegawai dilakukan dengan pendekatan yang lebih sistematis. Tidak hanya berfokus pada kegiatan pelatihan, sistem ini juga mengakomodasi kebutuhan kompetensi berdasarkan standar jabatan, kondisi masing-masing unit kerja, hingga arah pengembangan pelayanan rumah sakit.KOMPAS mengintegrasikan berbagai aspek manajemen SDM, mulai dari pendataan pegawai, pemetaan kompetensi, identifikasi kesenjangan kemampuan (competency gap), analisis kebutuhan pelatihan (Training Needs Analysis/TNA), hingga penyusunan jalur pengembangan kompetensi (learning path).
Selain itu, sistem tersebut juga mendukung pemantauan riwayat pelatihan, sertifikasi, serta informasi kepegawaian. Dengan demikian, kebutuhan peningkatan kemampuan setiap pegawai dapat diketahui secara lebih tepat sehingga program pengembangan SDM benar-benar sesuai dengan tuntutan pekerjaan.
Inovasi KOMPAS digagas oleh Ratna Widias Asmara, S.Psi., M.Psi., M.M., selaku Kepala Bagian Tata Usaha RSUD dr. Sayidiman Magetan.Sebelumnya, Ratna juga telah menginisiasi inovasi E-Learning yang secara rutin dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kompetensi pegawai di lingkungan rumah sakit.
Ratna menjelaskan, pengembangan KOMPAS merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola SDM yang lebih efektif sekaligus memastikan kesiapan kompetensi pegawai dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
“Pengembangan sistem ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola SDM dan membantu rumah sakit mempersiapkan kompetensi pegawai sejalan dengan pengembangan layanan unggulan serta prioritas pembangunan kesehatan,” ungkap Ratna.
Menurutnya, kesiapan SDM menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung penguatan layanan prioritas nasional KJSU-KIA, yang mencakup kanker, jantung dan pembuluh darah, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Pengembangan berbagai layanan tersebut tentu membutuhkan dukungan tenaga kesehatan maupun tenaga nonkesehatan yang memiliki kompetensi sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing.Dengan penerapan KOMPAS, RSUD dr. Sayidiman Magetan berharap pengembangan kapasitas pegawai dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran. Di sisi lain, sistem ini juga diharapkan mampu membangun budaya belajar, meningkatkan profesionalisme, serta mendorong evaluasi dan perbaikan secara berkesinambungan.
Data kompetensi yang terintegrasi juga menjadi landasan bagi pimpinan rumah sakit dalam mengambil keputusan terkait pengembangan pegawai secara lebih objektif, efektif, dan akuntabel.
Bagi RSUD dr. Sayidiman Magetan, peningkatan kualitas SDM merupakan investasi penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik. Sebab, pelayanan yang bermutu tidak hanya membutuhkan fasilitas memadai, tetapi juga tenaga profesional yang terus meningkatkan kemampuan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan pasien.(Ndri)
