Harapan Pengusaha Tahu Jombang dan Jawaban Atas Solusi IPAL Oleh Pj Bupati Sugiat

SeputarKita, Jombang – Beberapa perwakilan dari perkumpulan pegiat usaha tahu dari 3 (tiga) Desa di Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang yang dipimpin oleh Imam Subheki, menyampaikan keluhan dan harapan mereka atas polemik limbah dari pabrik produksi tahu kepada jajaran pemerintah terkait saat melakukan audiensi langsung dengan Pj Bupati Sugiat di gedung kerja Bupati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang pada kamis, 2 november 2023 siang.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jombang yang terkait, Antara lain dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan (Dinkes), Perkim, Pupr, dan Bappeda, sengaja dikumpulkan untuk berdialog khusus membahas permasalahan terkait limbah dari sisa-sisa produksi pabrik tahu di 3 (tiga) Desa pada wilayah Kecamatan Jogoroto yang kebanyakan dengan terpaksa mereka buang di lingkungan dan terutama adalah sungai yang menjadi korban polusi, hal ini karena tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang beroperasi dan layak sesuai dengan standard di wilayah sentra industri tahu tersebut.

Pj Bupati Jombang Sugiat mengatakan, pihaknya akan segera melakukan kunjungan di sentra industri tahu rumahan yang ada di Desa wilayah Jogoroto tersebut.

“Saya ingin sekali datang ke lokasi pabrik tahu, dari hati ke hati saya ingin bicara langsung dengan para pengusaha tahu disana, nanti kita akan bantu untuk menemukan solusi terbaik. Pengusaha tahunya tetap jalan karena kan penopang perekonomian sementara warga yang lain juga tidak dirugikan,” ujar Sugiat saat diwawancarai usai berdialog dengan para pengusaha tahu, Kamis (2/11/2023).

“Selama ini pengelolahan limbah menggunakan teknologi IPAL itu memang belum berhasil kemarin, sehingga pengrajin tahu itu membuang limbahnya ke sungai,” sambungnya.

Data yang dihimpun awak media ini mengungkapkan, dari tiga desa tersebut, dalam setiap harinya kapasitas produksi total tembus dikisaran 84.000 (delapan puluh empat ribu) Kg dari 85 titik lokasi industri tahu.

“Total sekitar 85 tempat usaha, yang tersebar di Desa Mayangan, Desa Ngumpul dan Desa Sumbermulyo,” ujar salah satu pengusaha industri tahu rumahan kepada awak media, Senin (30/10/2023).

Dia mengungkapkan, pembuangan limbah mayoritas di sungai, walau ada beberapa yang dibuang di lahan belakang lokasi produksi. Menurutnya, hal itu lantaran para pengusaha tahu ini terpaksa kurangnya pendampingan dan belum menemukan solusi terbaik yang ditawarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.

“Ada yang memakai IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) kemudian dialirkan ke sungai, ada yang langsung, dan juga ada yang dibelakang rumah, itu kalau yang mempunyai lahan luas,” ungkap salah satu narasumber .

Dia menjelaskan, industri tahu rumahan khususnya yang ada di tiga desa wilayah Kecamatan Jogoroto ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat terbesar di Jombang.

Oleh sebab itu, ia berharap agar solusi yang ditawarkan bisa benar-benar membuat para pengusaha rumahan ini tenang dan bisa mendongrak UMKM di Kabupaten Jombang.(guz)

Check Also

Gagal Nikah, Pria di Ponorogo Nekat Tenggak Pestisida

  SeputarKita, Ponorogo – Seorang pria muda ditemukan tewas dengan posisi terlentang di jalan area …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *