Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD dr. Sayidiman, dr. Much Muzakky M.F., Sp.JP,
Seputarkita,Magetan – Ancaman penyakit jantung masih menjadi momok serius bagi masyarakat. Lonjakan jumlah pasien di Poli Jantung RSUD dr. Sayidiman Magetan menjadi bukti nyata bahwa penyakit ini tidak bisa dianggap sepele.Rabu(22/4/2026)
Dalam sehari, layanan poli jantung bahkan mampu menangani hingga 100 pasien, dan pada kondisi tertentu jumlahnya bisa menembus 130 kunjungan.
Tingginya angka tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan, sekaligus menjadi alarm bahwa faktor risiko penyakit jantung semakin meluas.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD dr. Sayidiman, dr. Much Muzakky M.F., Sp.JP, menjelaskan bahwa sebagian besar pasien yang datang didominasi oleh tiga penyakit utama, yakni gagal jantung, jantung koroner, dan aritmia atau gangguan irama jantung.
“Kasus-kasus ini masih mendominasi. Umumnya terjadi pada pasien usia di atas 40 tahun dengan faktor risiko yang tidak terkontrol,” jelasnya.

Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama
Lebih lanjut, dr. Muzakky menyoroti pola hidup masyarakat modern yang cenderung kurang bergerak (sedentari) sebagai salah satu penyebab utama meningkatnya kasus jantung. Kebiasaan merokok, konsumsi makanan tinggi lemak, serta penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes turut memperparah kondisi tersebut.
“Kalau faktor risiko ini dibiarkan, maka penyakit jantung hanya tinggal menunggu waktu,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa faktor genetik dan usia memang tidak bisa dihindari, namun pola hidup sehat tetap menjadi kunci utama dalam pencegahan.
Pentingnya Deteksi Dini
Dalam narasi pelayanan kesehatan, RSUD dr. Sayidiman tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga edukasi masyarakat.
Skrining atau pemeriksaan dini menjadi langkah penting agar penyakit jantung tidak terdeteksi saat sudah memasuki fase berat.
Menurut dr. Muzakky, masih banyak masyarakat yang datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah, bahkan melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Padahal, jika diperiksa sejak awal, risiko komplikasi bisa ditekan,” ujarnya.
Edukasi Pola Hidup Sehat
Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu, menjaga pola makan dengan mengurangi lemak dan kolesterol, serta menghentikan kebiasaan merokok.
Selain itu, konsumsi sayur dan buah juga dianjurkan untuk membantu mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh.
Kenali Gejala Sejak Dini
Masyarakat juga diminta lebih peka terhadap gejala awal serangan jantung. Nyeri dada yang terasa berat, berlangsung lebih dari 20 menit, menjalar ke lengan kiri atau leher, serta disertai sesak napas merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.
“Serangan jantung tidak mengenal tempat, baik di kota maupun desa. Pola makan instan dan minuman tinggi gula saat ini membuat risiko semakin merata,” tambahnya.
Harapan untuk Masyarakat
Dengan tingginya angka kunjungan pasien, pihak RSUD dr. Sayidiman berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan jantung. Edukasi yang terus dilakukan diharapkan mampu menekan angka kematian akibat penyakit jantung di wilayah Magetan dan sekitarnya.
“Kesadaran masyarakat adalah kunci. Mulai dari sekarang, sebelum semuanya terlambat,” pungkas dr. Muzakky. (Ndri)
