SeputarKita, Nganjuk – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan Museum dan Rumah Singgah Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) pukul 09.30 WIB. Peresmian ini menjadi momen bersejarah, mengingat museum ini dibangun khusus untuk menyimpan dan memamerkan jejak hidup serta perjuangan tokoh buruh tersebut, mulai dari masa kecil hingga pengabdiannya memperjuangkan hak pekerja.
Kedatangan Presiden disambut antusias oleh ratusan perwakilan buruh dan warga setempat. Sepanjang jalan menuju lokasi, Presiden menyapa warga dari atas kendaraan taktis produksi Pindad bertuliskan “GARUDA” dan bernomor pelat RI 1. Turut hadir Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., sejumlah menteri kabinet, Gubernur Jawa Timur, serta para pejabat daerah.

Salah satu momen paling menyentuh dalam kunjungan ini adalah saat Presiden Prabowo menelusuri ruang-ruang pameran di dalam museum. Di sini, tersimpan lengkap dan terawat rapi berbagai benda bersejarah milik Marsinah yang menceritakan perjalanan hidupnya.
Di sudut masa pendidikan, terpasang rapi ijazah asli Marsinah mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, bukti ketekunannya dalam menuntut ilmu. Tak jauh dari sana, terpajang sepeda ontel tua yang menjadi saksi bisu perjuangannya menempuh perjalanan berangkat dan pulang sekolah setiap hari.

Masuk ke ruang perjuangan, koleksi semakin lengkap menggambarkan kiprah Marsinah sebagai aktivis buruh. Terlihat baju kerja, tas, serta jaket yang biasa ia kenakan saat bekerja di salah satu pabrik di Sidoarjo. Barang-barang pribadi ini menyimpan cerita tentang kesehariannya berjuang bersama rekan-rekan pekerja. Dinding ruangan dipenuhi foto-foto dokumentasi sejarah yang menampilkan Marsinah sedang berorasi dan memimpin aksi demonstrasi pada tahun 1990-an, saat ia gigih menuntut pemenuhan hak-hak para buruh.
Selain benda fisik, museum ini juga menyimpan beragam penghargaan dan apresiasi. Tersusun rapi sejumlah piagam penghargaan dari berbagai aliansi dan serikat buruh sebagai tanda hormat atas dedikasinya, serta piagam penetapan gelar Pahlawan Nasional yang diberikan langsung oleh negara melalui Keputusan Presiden.

Saat melihat langsung peninggalan-peninggalan tersebut, Presiden Prabowo tampak memperhatikan dengan saksama. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa keberadaan museum ini adalah bentuk nyata penghormatan negara terhadap jasa Marsinah. Ia juga mengingatkan seluruh pejabat negara untuk tidak menyakiti hati rakyat, termasuk melakukan korupsi, mengingat seluruh pejabat dibiayai dan diberi amanah oleh rakyat.
Usai meninjau seluruh isi museum dan rumah singgah, Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertanian berziarah ke makam Marsinah yang berlokasi di kawasan tersebut. Rangkaian kunjungan ditutup dengan momen hangat saat Presiden bersalaman dan menyapa para petani padi yang beraktivitas di sekitar area makam, sebelum meninggalkan lokasi dengan pengawalan ketat. (NT)
