Delegasi Dari Kenya dan Banglades Belajar Pengendalian Stunting dan Program KB Pasca Lahir Di Kabupaten Madiun

Ketua delegasi Negara kenya memberikan hadiah kenang – kenangan kepada Bupati Madiun H. Ahmad Dawawi Ragil Saputra

 

SeputarKita, Madiun – Tidak hanya melakukan kunjungan di kota Madiun, delegasi negara Republik Kenya dan Banglades juga berkunjung ke Kabupaten Madiun. Kunjunganya tersebut berkaitan dengan program pengendalian penduduk atau Keluarga Berencana (KB), kesehatan, dan stunting, kunjungan ini dilaksanakan Rabu (20/9/2023).

Untuk pengendalian stunting di wilayah kabupaten Madiun, Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami Ragil Saputra, mengatakan bahwa, pengendalian stunting di Kabupaten Madiun menggunakan sistem medis dan kearifan lokal dengan membangun pemikiran masyarakat bahwa stunting sangat berbahaya dan pembinaan ibu hamil.

Dengan menggunakan sistem Pendekatan, Pemda Madiun melalui Dinas Kesehatan secara preventif kepada masyarakat sangat efektif mencegah peningkatan kasus stunting, termasuk basedata secara akurat jumlah pernikahan dan ibu hamil.

“Mulai anak dalam kandungan hingga usia 12 tahun sudah termonitor oleh badan ahli gizi dan pengendalian KB,” ujar Bupati Madiun.

Menurut Ahmad Dawami, kepedulian masyarakat terhadap stunting sangat diperlukan sehingga pada setiap kegiatannya, berbicara stunting menjadi kampanye wajib yang disampaikan secara langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten Madiun ini.

“Mengingat bahaya dan dampak tumbuh kembang generasi masyarakat Madiun,Bupati Madiun mengatakan Pemerintah Kabupaten Madiun juga sudah mengkapanyekan hingga ke setiap majelis keagamaan.” dihadapan delegasi Kenya dan Banglades, di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun.

Orang nomor satu di Kabupaten Madiun ini, menyampaikan Kabupaten Madiun hingga hari ini mencapai frekuensi 9,84 persen menjadi perhatian Delegasi Kenya dan Banglades.

Sementara di Republik Kenya masih berada pada frekuensi 26 persen kasus stunting.

Mereka belajar metode bagaimana Kabupaten Madiun menangani kasus stunting yang semula frekuensi 24 ke 17, ke 14, 11 hingga saat ini berada di frekuensi 9,84 persen dalam jangka waktu singkat,” jelas Kaji Mbing, sebutan akrab Bupati Madiun.

Sementara, Ketua Delegasi Kenya dan Banglades, Muhamed Abdikadir Syeich, mengungkapkan kedatangannya di Kabupaten Madiun hendak belajar dan berbagi pengalaman terkait dengan program KB, kesehatan reproduksi khususnya KB pasca lahir dan pengelolaan nutrisi untuk penurunan kasus stunting.

“Di Madiun dengan menggunakan aplikasi teknologi sangat maju sekali dari segi penerapannya sangat transparan berkaitan dengan data jumlah penderita stunting sehingga lembaga bisa melakukan intervensi penanganan sesuai sasaran. Dan ini sangat bagus,” ungkap Muhamed Abdikadir Syeich, di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun.

Dirinya, menuturkan usai akhir pelatihan ini akan membuat rencana aksi yang akan diterapkan di Kenya mengenai penanganan pengelolaan nutrisi untuk stunting dan program KB pasca hamil yang akan disampaikan kepada yang berwenang di negara Kenya.

“Ini hari ketiga program kami delegasi Kenya di Indonesia dan begitu banyak yang dapat kami pelajari. Salah satu yang menonjol dan sangat terkesan adalah pimpinan dan pejabat pejabat di Madiun sangat memahami persoalan persoalan dan memiliki solusi yang sangat luar biasa,” tuturnya.

Selama tiga hari di Madiun, para delegasi sangat terkesan dengan keramah tamahan warga Madiun. Begitu juga dengan sambutan dan pelayanan yang sangat baik.

“Lingkungannya bersih, jalan jalan dan taman juga sangat asri, sangat mengesankan dan terima kasih untuk warga Madiun,” pungkas Muhamed Abdikadir Syiech.(Den)

Check Also

Gangguan Pengereman, Bus Tujuan Sarangan Alami Laka Tunggal

  SeputarKita, Magetan – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Cemorosewu-Plaosan, tepatnya di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *