Warga Ponorogo Ditemukan Tewas Dengan Mulut Berbusa dan Hidung Berdarah Di Dalam Rumahnya

Petugas saat memeriksa tubuh korban dan melakukan olah TKP

Ponorogo, Seputarkita – Seorang pria paruh baya Masrur (46) warga Dukuh Tanjung Desa Patihan Kidul Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo, ditemukan tewas terlentang dengan kondisi mulut berbusa dan hidung mengeluarkannya darah di rumahnya, Rabu (18/12).

Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berawal saat Yudha Pranoto (36) warga Desa Ronosentanan Kecamatan Siman, ditelepon calon istri korban menanyakan keadaan korban karena korban  tidak bisa di hubungi pada hari Selasa (17/12) sekitar pukul 21.30 wib.

Keesokan harinya sekitar pukul 09.00 wib Yudha langsung mendatangi rumah korban, yang pada saat itu dalam keadaan terkunci semua, namun lampu rumah dalam keadaan menyala.

Petugas saat melakukan olah TKP

Kondisi tersebut membuat Yudha Pranoto kemudian menanyakan kepada salah satu warga yang berada di sawah samping rumah korban, kemudian agar menghubungi Ibah (30) oleh warga tersebut.

Yudha pun mendatangi rumah Ibah untuk menanyakan keadaan korban. Karena yang ditanya tidak tahu, kemudian keduanya mendatangi rumah korban.

Ketika sudah berada di depan rumah korban, keduanya mengetuk pintu, akan tetapi tidak kunjung dibukakan. Karena penasaran keduanya berusaha melihat ke dalam rumah melalui jendela dan melihat korban dalam keadaan tidur terlentang.

Petugas saat melakukan olah TKP

Curiga terjadi hal yang tidak diinginkan keduanya memanggil dan memberitahukan warga yang berada di sawah samping rumah korban, untuk membantu mendobrak pintu belakang.

Setelah pintu terbuka mereka melihat korban dalam keadaan tidur terlentang mulut muntah, dan hidung mengeluarkan darah yang sudah mengering dan saat itu korban sudah meninggal dunia. Mengetahui hal tersebut mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek siman.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo Iptu Edi Sucipta menyampaikan, hasil pemeriksaan petugas medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.

Petugas saat melakukan olah TKP

“Hasil olah TKP, pemeriksaan tim medis dan keterangan saksi dapat disimpulkan sementara bahwa penyebab kematian korban diduga akibat pembuluh darah pada otak mengalami pecah, “kata Edi Sucipta.

Edi Sucipta menambahkan, selain itu, pihak keluarga juga menerangkan bahwa kakaknya sudah lama mempunyai riwayat sakit depresi, darah tinggi dan asam urat.

“Hasil riksa medis tim Kesehatan Polres Ponorogo bersama Puskesmas Siman korban menggunakan kaos  singlet warna biru dan sarung kotak kotak, rambut hitam, tinggi 170 cm dan anggota tubuh membengkak. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah panci, 1 buah gelas, 1 buah sendok, bekas muntahan korban, 2 botol bekas ramuan obat tradisional kemasan, 7 botol isi @ 1,5 L, jamu kemasan Merek Angger Waras. Dengan adanya kejadian tersebut pihak keluarga menerima atas kematian korban dan tidak menuntuk pihak manapun, “pungkasnya. (Sul)

Check Also

KJJT Ngawi Gelar Kegiatan Silaturahmi, Koordinasi Dan Konsolidasi 

KJJT Ngawi Gelar Kegiatan Silaturahmi, Koordinasi Dan Konsolidasi 

  SeputarKita, Ngawi – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menggelar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *