Revitalisasi SDN Cukir 1 Jombang Lampaui Target, Progres Minggu Ke-11 Capai 32,283 Persen

0
IMG-20261028-WA0172

Seputarkita,JOMBANG — Pelaksanaan program revitalisasi SDN Cukir 1, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan laporan minggu ke-11 periode 12–18 Oktober 2026, realisasi pekerjaan mencapai 32,283 persen, melampaui target rencana sebesar 23,643 persen.

 

Capaian tersebut mencatat deviasi positif sebesar 8,640 persen. Perkembangan ini menjadi modal penting dalam upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah agar semakin layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.

 

Kepala SDN Cukir 1, Nanik Damayanti, S.Pd.SD., berharap program revitalisasi dapat berjalan lancar, transparan, serta selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh 254 siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

 

Tingkatkan Kenyamanan dan Keamanan Lingkungan Sekolah

 

Menurut Nanik Damayanti, revitalisasi sekolah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas lingkungan belajar.

Melalui program tersebut, sekolah berharap memiliki ruang kelas yang lebih modern, minimalis, kuat, dan aman. Perbaikan fasilitas sanitasi juga diharapkan memenuhi standar kelayakan, sedangkan penataan ruang kelas ditujukan agar kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan rombongan belajar.

 

Selain itu, penataan lingkungan dan pagar sekolah diharapkan mampu meningkatkan keamanan sekaligus memperbaiki tampilan lingkungan pendidikan.

 

Sarana pendidikan yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar mengajar. Ruang belajar yang nyaman dan fasilitas yang layak diharapkan mampu meningkatkan motivasi serta semangat belajar peserta didik.

 

Perkuat Mutu Pendidikan dan Standar Sarana Prasarana

 

SDN Cukir 1 telah memiliki akreditasi A. Meski demikian, pihak sekolah masih berupaya meningkatkan kualitas penilaian pada aspek standardisasi sarana dan prasarana.

 

Nanik optimistis bahwa pembaruan fasilitas melalui program revitalisasi dapat membantu sekolah memenuhi standar sarana prasarana yang dibutuhkan.

 

Peningkatan fasilitas tersebut diharapkan turut menunjang kualitas pembelajaran dan mendorong siswa mengembangkan potensi mereka secara optimal.

 

Dengan dukungan sarana yang semakin baik, sekolah juga berharap mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang kompetitif secara sehat dengan sekolah lain.

 

Swakelola Libatkan Komite dan Masyarakat

 

Salah satu aspek penting dalam program revitalisasi SDN Cukir 1 adalah pelaksanaan secara swakelola sesuai petunjuk teknis program. Skema ini membuka ruang keterlibatan komite sekolah, wali murid, tokoh masyarakat, serta warga sekitar, termasuk dalam pemanfaatan jasa tenaga kerja dan penyediaan barang sesuai ketentuan.

 

Menurut Nanik, pembangunan sekolah seharusnya tidak hanya menghasilkan gedung yang lebih baik, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas pendidikan di lingkungan mereka.

 

Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan kebersamaan sekaligus mendorong kepedulian terhadap pemeliharaan fasilitas sekolah setelah pembangunan selesai.

 

Namun, pelaksanaan swakelola tetap harus memperhatikan ketentuan teknis, keterbukaan administrasi, penggunaan anggaran yang akuntabel, serta kualitas pekerjaan agar hasil pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan.

 

Nanik Berharap Pembangunan Transparan dan Tepat Waktu

 

Nanik Damayanti menegaskan harapannya agar seluruh tahapan revitalisasi berjalan lancar, transparan, dan sesuai jadwal.

 

Ia menilai keberhasilan program tidak cukup diukur dari persentase penyelesaian pekerjaan. Kualitas bangunan, keamanan fasilitas, kesesuaian dengan kebutuhan sekolah, dan manfaat jangka panjang juga harus menjadi perhatian.

 

“Pada akhirnya, revitalisasi bukan sekadar perbaikan fisik sekolah, tetapi investasi untuk masa depan masyarakat Desa Cukir,” demikian harapan Kepala SDN Cukir 1 tersebut.

 

Dengan progres yang telah melampaui target pada minggu ke-11, sekolah berharap pembangunan dapat terus berjalan sesuai rencana. Pengawasan dan evaluasi secara berkala tetap diperlukan untuk memastikan hasil pekerjaan memenuhi standar serta dapat dimanfaatkan secara optimal.

 

Revitalisasi sebagai Investasi Pendidikan

 

Program revitalisasi SDN Cukir 1 menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas lingkungan pendidikan melalui pembaruan sarana dan prasarana. Jika dilaksanakan dengan baik, manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh 254 siswa saat ini, tetapi juga oleh generasi berikutnya.

 

Percepatan pembangunan harus tetap disertai pengawasan kualitas, transparansi, dan pertanggungjawaban. Dengan demikian, revitalisasi tidak berhenti pada bangunan yang terlihat baru, melainkan menghasilkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.(WD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *