Panen Raya di Pemalang Perkuat Optimisme Jateng Capai Target Produksi Padi 2026

0
IMG-20260903-WA0011

SeputarKita, Pemalang – Kabupaten Pemalang terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Tengah. Potensi pertanian, khususnya komoditas padi, menjadi salah satu kekuatan daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pemalang Nurkholes saat menghadiri panen raya padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (3/9/2026).

Nurkholes menyebut, dengan luas wilayah sekitar 1.115 kilometer persegi, Pemalang memiliki beragam komoditas unggulan, mulai dari padi, jagung, nanas, mangga, kentang hingga melati.

Untuk komoditas padi, berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi gabah Pemalang pada 2024 mencapai 421.329 ton atau setara sekitar 242.289 ton beras. Produktivitasnya tercatat 5,71 ton per hektare.

Sempat mengalami penurunan luas panen dan produktivitas pada 2025 akibat sejumlah faktor, termasuk perubahan iklim, kondisi pertanian Pemalang mulai menunjukkan perkembangan positif pada 2026.

Sepanjang Januari hingga September 2026, produktivitas tercatat sekitar 5,33 ton gabah kering per hektare dengan produksi beras mencapai 168.335 ton. Pemerintah daerah pun terus mendorong peningkatan luas tanam, luas panen, produksi gabah kering giling dan produktivitas padi.

Di Desa Kedungbanjar sendiri terdapat sekitar 417 hektare lahan padi yang dikelola lima kelompok tani. Dalam panen raya tersebut, lahan Kelompok Tani Utama Lima seluas 45 hektare diperkirakan menghasilkan produktivitas rata-rata 7,2 ton gabah kering panen per hektare.

“Khusus di Desa Kedungbanjar terdapat sekitar 417 hektare lahan padi yang dikelola oleh lima kelompok tani. Pada kesempatan ini kita melaksanakan panen di lahan Kelompok Tani Utama Lima seluas 45 hektare, dengan prognosa produktivitas rata-rata mencapai 7,2 ton gabah kering panen per hektare,” ujar Nurkholes.

Selain produktivitas, harga gabah yang cukup baik juga menjadi kabar positif bagi petani. Saat ini harga gabah berada di kisaran Rp7.500 hingga Rp8.500 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kondisi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan serius berupa terus berkurangnya luas lahan sawah.

Data menunjukkan luas sawah Pemalang pada 2024 mencapai sekitar 34.181 hektare. Angka tersebut kemudian menurun menjadi sekitar 32.733 hektare pada 2025.

Karena itu, peningkatan produksi tidak cukup hanya mengandalkan produktivitas. Perlindungan lahan pertanian, penguatan jaringan irigasi, pemanfaatan teknologi serta efisiensi usaha tani juga dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Dukungan sarana pertanian juga terus diberikan. Pada 2026, Pemalang memperoleh bantuan benih padi dan jagung serta berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya pompa air, traktor, cultivator dan power sprayer.

Sementara penyaluran pupuk bersubsidi hingga Agustus 2026 tercatat mencapai sekitar 64 persen untuk urea dan 68 persen untuk NPK.

Nurkholes berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pemalang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus diperkuat agar kebutuhan petani, khususnya sarana produksi, dapat terpenuhi tepat waktu dan tepat sasaran.

“Panen raya ini kita jadikan momentum untuk terus memperkuat pertanian Pemalang, mempercepat tanam, meningkatkan produktivitas, menjaga lahan sawah, dan bersama-sama mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” tegasnya.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi optimistis target produksi padi Jawa Tengah sebesar 10,5 juta ton pada 2026 dapat tercapai.

Hingga Januari–Agustus 2026, produksi padi Jawa Tengah telah mencapai 6,69 juta ton atau sekitar 63 persen dari target. Kondisi tersebut didukung musim panen raya kedua yang masih berlangsung dan adanya potensi panen ketiga di sejumlah daerah.

“Januari-Agustus ini sudah 6,69 juta ton. Hari ini kita panen padi di Pemalang, di kabupaten lain juga melakukan panen. Apabila ini bisa dipertahankan, maka akan bisa terpenuhi,” kata Luthfi.

Panen raya di Pemalang menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan Jawa Tengah. Ke depan, keberlanjutan lahan sawah, dukungan sarana produksi dan peningkatan kesejahteraan petani menjadi faktor penting agar potensi pertanian Pemalang tetap mampu menjadi penopang kebutuhan pangan masyarakat. (FN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *