Agus Purnomo Dampingi Korban Dugaan Keracunan MBG: Program Baik Jangan Dirusak
SeputarKita, Jombang – Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo turun langsung ke Puskesmas Kabuh setelah ratusan siswa SMPN 1 Kabuh mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).
Sebanyak 256 siswa dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan. Sebanyak 71 siswa sempat mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Agus memastikan kondisi para siswa sekaligus berdialog dengan orang tua dan tenaga kesehatan. Ia juga meminta keterangan langsung dari sejumlah siswa terkait makanan yang dikonsumsi.
Salah seorang siswi mengaku salah satu menu, yakni udang, berbau tidak sedap.
“Udangnya agak bau, Pak,” ujar siswi tersebut kepada Agus.
Agus meminta informasi tersebut ditelusuri lebih lanjut. Namun, ia menegaskan penyebab gangguan kesehatan belum dapat disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Agus kemudian meminta penjelasan kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan terkait proses penerimaan dan pengolahan bahan makanan.
“Bahan makanan harus dipastikan aman sebelum diolah dan diberikan kepada anak-anak,” tegasnya.
Agus juga meminta pengelola SPPG tidak mengabaikan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
“Anda harus menjaga program prioritas Presiden. Kasihan Pak Presiden, karena kejadian seperti ini akhirnya program baik dicela banyak orang,” ujar Agus.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Namun, keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama.
“Kasihan anak-anak ini jadi korban. Program baik jangan dirusak,” tegasnya.
Usai mengunjungi para siswa, Agus melanjutkan penelusuran ke dapur SPPG Mangunan untuk memeriksa sarana, prasarana, kebersihan, penyimpanan bahan makanan, serta proses pengolahan makanan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang masih melakukan penyelidikan. Sejumlah sampel makanan dan air telah diambil untuk diperiksa di laboratorium.
Kepolisian juga melakukan penelusuran terhadap proses distribusi makanan dan meminta keterangan dari pihak terkait.
Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan penanganan korban menjadi prioritas. Di sisi lain, penyebab gangguan kesehatan tersebut akan ditelusuri hingga tuntas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (WD).
