Dialog di Belik Bahas Ketersediaan Bibit, Petani Kentang Harapkan Solusi

0
IMG-20260903-WA0012

SeputarKita, Pemalang – Persoalan ketersediaan bibit kentang yang menjadi keluhan petani di wilayah selatan Kabupaten Pemalang mendapat perhatian dalam dialog bersama Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan RI, Widyastuti, di Pasar Sayur Gombong, Kecamatan Belik, Selasa (1/9/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pemalang, Era Srinaeni, menyampaikan bahwa wilayah selatan Pemalang memiliki potensi besar di sektor hortikultura, khususnya komoditas kentang. Selain kentang, wilayah tersebut juga menjadi sentra berbagai komoditas seperti nanas, mangga, pisang hingga kopi.

Namun, memasuki musim tanam, petani masih menghadapi kendala terkait keterbatasan bibit kentang. Pemerintah Kabupaten Pemalang telah berupaya memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui pemerintah pusat.

Era berharap persoalan bibit dapat segera dijembatani dan dicarikan solusi agar keresahan petani tidak berlarut-larut.

Menanggapi hal tersebut, Widyastuti mengatakan pemerintah terus mendorong terwujudnya swasembada pangan, yang tidak hanya mencakup beras, jagung dan singkong, tetapi juga berbagai komoditas hortikultura.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pemetaan secara menyeluruh mengenai jumlah, lokasi, kualitas, serta kebutuhan benih di masing-masing wilayah.

Persoalan yang disampaikan petani, kata Widyastuti, akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian terkait bidang hortikultura, pelaku industri, serta Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, Owner PT Agrobisnis Selaras Bersama sekaligus moderator dialog, Gugum Gumilar, mengatakan antusiasme petani menunjukkan besarnya perhatian terhadap kepastian usaha tani kentang, khususnya menjelang musim tanam September-Oktober 2026.

Ia menyebut, para petani dan kemitraan industri di wilayah Pemalang, Purbalingga, Tegal dan Brebes telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembuatan bedengan hingga pemupukan. Namun, sebagian petani masih menghadapi ketidakpastian terkait komoditas dan benih yang akan ditanam.

Berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat sekitar 7.200 petani kemitraan di wilayah Jawa Tengah yang berkaitan dengan komoditas tersebut.

Salah seorang petani dari Kelompok Tani Selaras 2 Desa Gombong, Sutarno, menyambut baik adanya dialog tersebut. Ia berharap persoalan benih dapat segera ditindaklanjuti sehingga petani bisa kembali fokus pada kegiatan budidaya dan memenuhi kebutuhan industri.

Dengan adanya dialog ini, para petani berharap pembahasan mengenai ketersediaan bibit tidak berhenti sebatas forum diskusi. Mereka menantikan langkah konkret pemerintah dan pihak terkait agar kebutuhan benih dapat dipastikan, sehingga musim tanam 2026 dapat berjalan lebih lancar dan memberikan kepastian bagi keberlangsungan usaha tani kentang.

Usai kegiatan dialog, Kemenko Pangan RI juga menyerahkan bantuan pangan berupa sembako kepada para petani kentang wilayah selatan Kabupaten Pemalang yang hadir dalam kegiatan tersebut.(FN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *