Polres Ponorogo Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2024

 

SeputarKita, Ponorogo – Polres Ponorogo menggelar apel pasukan Operasi Ketupat Semeru 2024  di depan Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Rabu (3/4) pukul 08.00 wib.

Ratusan personel dari berbagai instansi seperti Polres Ponorogo, TNI Kodim 0802 Ponorogo, Pom, Dishub, BPBD, dan Satpol PP, turut serta dalam operasi ini.

Kapolres Ponorogo, AKBP Anton Prasetyo, mengatakan bahwa ratusan personel tersebut diterjunkan untuk mengamankan masa mudik selama dua pekan, mulai dari tanggal 4 April hingga 17 April 2024.

Dalam operasi Ketupat Semeru ini, Polres Ponorogo menyiapkan delapan pos yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten, terdiri dari satu pos pelayanan (Posyan), empat pos pengamanan (PAM), dan tiga pos pantau.

“Posyan berada di alun-alun Ponorogo, sedangkan pos PAM tersebar di Terminal Seloaji, Telaga Ngebel, Mlilir, dan Pasar Legi Ponorogo,” jelas AKBP Anton.

Sementara itu, tiga pos pantau akan berlokasi di perbatasan Ponorogo, yakni di Slahung, Badegan, dan Sawoo. Tujuan pos pantau ini adalah untuk memantau situasi di wilayah perbatasan yang menjadi titik rawan.

AKBP Anton juga menyampaikan bahwa anggota Polres Ponorogo telah melakukan antisipasi terhadap kemungkinan kerumunan atau kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan kemacetan di beberapa titik.

Dengan adanya operasi Ketupat Semeru 2024 dan keterlibatan ratusan personel dari berbagai instansi, diharapkan mudik dan arus balik di Ponorogo dapat berjalan lancar dan aman bagi semua pengguna jalan.

Setelah apel pasukan, Polres Ponorogo memusnahkan 540 liter miras berbagai merk dan 440 knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis hasil ungkap kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) menjelang hari raya idul Fitri 1445 H/2024.

Selanjutnya barang bukti berupa miras berbagai merk dan jenis satu persatu dimusnahkan dengan cara di pecahkan botol dan dituangkan dalam sebuah drum. Begitu juga dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis juga langsung dipotong dengan mesin sehingga tidak bisa digunakan kembali.(hd)

Check Also

Evaluasi Gema Parut Oleh Pemda Ngawi di Desa Wonokerto

  SeputarKita, Ngawi – Gema Parut (Gerakan Menanam dengan Memanfaatkan Pekarangan) yang digagas oleh Bupati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *