FOPI, Boka, dan Boki

Oleh : Muries Subiyantoro

Guru BK SMPN 1 Magetan, Pegiat Demokrasi, dan Penggagas LoGoPoRI

(Local Government and Political Research Institute) Magetan

 

Latar Belakang

Olahraga Petanque (dibaca: Petang) bagi kalangan masyarakat Magetan adalah jenis olahraga yang masih sangat asing terdengar. Hal ini wajar karena sejarah olahraga Petanque masuk di Indonesia masih belum diketahui kapan persisnya. Olahraga Petanque berasal dari Prancis, dan dibawa masuk ke Indonesia melalui ekspatriat Prancis yang menyebar di Jakarta, Lombok, Yogyakarta, dan Bali dengan membangun sarana prasarana olahraga Petanque sebagai fasilitas pendukung.

Petanque menjadi olahraga yang mulai popular dikenal di Indonesia ketika terjadi hajatan SEA Games Ke-26 di Jakarta-Palembang, karena Petanque menjadi olahraga yang wajib diikuti. Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan melalui KONI Provinsi Sumatra Selatan, menunjuk Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi untuk mengemban amanah yang diberikan untuk membentuk wadah olahraga ini sekaligus mencari calon-calon atlet untuk SEA GAMES 2011 di Palembang. Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi atau dikenal dengan sebut PDPDE membentuk Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) pada tanggal 11 Maret 2011 dan membiayai kegiatan kegiatan FOPI untuk SEA GAMES 2011.

Karena perhelatan SEA Games di Palembang tersebut maka berdirilah lapangan petanque berstandar internasional di area Jakabaring Sport City Palembang dengan kekuatan 9 lane pertandingan dan 22 lane latihan, dilengkapi dengan stadium penonton dan lampu penerangan di sekeliling lapangan. Ketua umum Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) yang pertama kali dipegang Caca Isa  Saleh, sosok yang memiliki dedikasi sangat tinggi dalam pengembangan olahraga petanque di Indonesia. Segala upaya dilakukan untuk mengembangkan petanque di Indonesia setelah suksesnya penyelenggaraan di SEA Games 2011.

Pasca perhelatan SEA Games 2011, FOPI mulai gencar melakukan sosialisasi di kampus-kampus yang memiliki fakultas olahraga yang menyebar di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Bali, Surabaya, Riau, Bandung. Selanjutnya tonggak sosialisasi yang telah dibentuk diteruskan oleh Universitas Negeri Jakarta sehingga olah raga ini hingga sekarang telah meluas dan berhasil dikembangkan di seluruh Indonesia.

FOPI baru masuk keanggotaan Komite Olahraga Petanque Indonesia pada tahun 2015 ditandai dengan pelantikan Pengurus PB FOPI untuk periode 2015-2019. Selanjutnya, pengembangan kompetisi nasional dengan upaya yang gigih ini menghasilkan cabang olahraga petanque dipertandingkan di Eksibisi PON XIX/2016 di Jawa Barat yang dipertandingkan di UNISMA Bekasi, PON XX/2020 di Papua, dan rencananya pada PON XXI/PON Aceh-Sumut 2024

 

Boka dan Bosi

Peralatan olahraga ini menggunakan Boka (Bola Kayu) dan Bosi (Bola Besi). Petanque sendiri merupakan olahraga yang menyerupai dengan permainan kelereng namun memiliki bentuk yang lebih besar.  Di olahraga petanque ada dua jenis olahraga. Pertama adalah pointing. Pointing dimainkan dengan dua atlet yang berusaha melemparkan bola besar yang terbuat dari besi. Lemparan harus dilakukan dalam jarak dekat dengan bola kecil dari kayu yang sudah dilemparkan terlebih dahulu. Bola kecil kayu ini dilempar pertama kali dengan ketentuan jarak paling dekat enam meter dan paling jauh sepuluh meter. Kemudian atlet akan berusaha melemparkan bola besinya sedekat mungkin dengan bola kayu. Setiap atlet mendapatkan giliran tiga kali bola besi. Jadi setiap atlet harus memiliki strategi, akan melempar bola kayu sejauh mana.

Kedua yaitu shooting. Shooting dimainkan dengan prinsip permainan kelereng. Kedua atlet berusaha melempar bola besi ke bola besi lawan. Posisi bola besi sendiri harus ditentukan 7-10 meter. Setiap lemparan yang mengenai bola besi lawan akan mendapatkan angka. Atlet sendiri harus memiliki strategi agar lemparannya dapat mengenai bola besi lawan. Biasanya atlet petanque memiliki bola besi favorit berdasarkan beratnya dimulai dari 600 gram hingga lebih. Pemilihan bobot bola besi ini juga disesuaikan dengan gaya melempar dan kekuatan sang atlet.

 

Sport Tourism

Pengembangan olahraga petanque di Magetan masih sangat besar peluangnya untuk dikembangkan. Di mulai pada tanggal 7 September 2023 klub komunitas pecinta petanque yang sebagian besar terdiri dari guru-guru olahraga di tingkat SD dan SMP bersepakat untuk melakukan Musyawarah Kabupaten untuk membentuk kepengurusan Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Magetan untuk kali pertama. Hasil dari Muskab FOPI Magetan ini nantinya akan terbentuk secara resmi kepengurusan Pengurus Cabang FOPI Magetan yang bisa berelaborasi dengan KONI Magetan, Dikpora Magetan maupun stakeholders lain.

Jauh hari sebelum Muskab pembentukan pengurus FOPI Magetan dilaksanakan, beberapa aktivis guru olahraga yang memiliki kecintaan terhadap olahraga petanque juga telah melakukan kegiatan sosialisasi dengan perwakilan guru-guru olahraga tingkat SD sampai SMP di Magetan untuk mengenalkan olahraga petanque. Kegiatan lain yang sampai sekarang terus dilakukan adalah belajar dan bermain petanque bersama guru-guru olahraga SD yang tergabung dalam KKG

Prospek pengembangan olahraga petanque masih sangat besar untuk diperluas, tidak hanya untuk sekedar jenis olahraga yang bisa diajarkan di sekolah, namun juga bisa dikembangkan menjadi salah satu cabang olahraga yang diharapkan akan bisa mendulang prestasi membawa nama baik Magetan dalam event-event kejuaraan baik ditingkat nasional, regional, dan lokal.

Selain itu, petanque juga bisa bisa dikembangkan menjadi salah satu ikon sport tourism di Magetan. Dengan banyaknya wahana dan tempat wisata yang menyebar di Magetan, maka olahraga petanque bisa dilakukan di obyek-obyek wisata tersebut untuk bisa menarik minat wisatawan lokal maupun domestik.

Konsep sport tourism sendiri adalah kegiatan olahraga out door yang berada di alam terbuka yang dikombinasikan sekaligus mempekenalkan atau promosi wisata di suatu daerah. Dan petanque termasuk dalam kategori soft sport tourism.

Gagasan pengembangan petanque sebagai sport tourism akan bisa menjadi awal yang baik bagi pariwisata di Magetan. Pasalnya, petanque sebagai olahraga yang sangat mudah dijalankan dan semua segmen masyarakat bisa melakukan, akan menjadi atraksi wisata dengan perkembangan yang pesat, dan memiliki pasar yang cukup besar berkat banyaknya wisatawan lokal dan domestik yang tertarik pada aktivitas olahraga petanque di Magetan.

Penggabungan kegiatan olahraga dan sektor pariwisata diyakini penulis akan memberi banyak dampak positif untuk kemajuan Magetan. Sport tourism menjadi salah satu penggerak ekonomi di bidang pariwisata dan berkontribusi terhadap pembangunan wilayah di Magetan.

Salam Petanque. Satu Boka Sejuta Keluarga, Satu Bosi Sejuta Prestasi

Check Also

Pemdes Sidomulyo Wujudkan Impian Warga, Pavingisasi Dusun Widu

  SeputarKita, Ngawi – Kabar gembira datang dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Berkat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *