Dibangun Kampus Unesa Di Maospati, Bagaimana Nasib Warga Eks Lokalisasi Mbaben

Eks Lokalisasi Mbaben/Madusari

 

SeputarKita, Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) membangun Multi-Kampus UNESA di Magetan. Kampus tersebut dibangun di atas tanah seluas 13,5 hektar yang berlokasi di Jalan Barat, RT 17, RW 4, Kelurahan Maospati, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Lokasi tersebut berdekatan dengan Eks Lokalisasi Madusari atau yang lebih dikenal Mbaben, yang berlokasi di RT 21, Kelurahan Maospati. Meskipun sejak 31 Desember tahun 2013 lalu, lokalisasi Mbaben atau Madusari sudah resmi ditutup oleh Pemkab Magetan, tetapi para Pekerja Seks Komersial (PSK) masih berkeliaran di sejumlah lokasi.

Dan sejumlah warga RT 21, masih bergantung dengan kegiatan prostitusi yang bersifat negatif dan dapat digolongkan sebagai kejahatan terhadap masyarakat. Meskipun mereka sadar akibat dari prostitusi dapat menyebabkan penyebaran penyakit kelamin dan kulit, merusak sendi kehidupan keluarga, kriminalitas, kecanduan narkotika dan minuman keras, merusak sendi moral, susila, hukum dan agama.

 

Saat peletakan batu pertama, Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., atau yang akrab disapa Cak Hasan mengatakan bahwa pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada sejumlah kajian yang dilakukan dengan matang oleh tim UNESA. Kamis, 22 September 2022.

“Kampus ini dibangun atas kajian dan pertimbangan matang jauh-jauh hari. Ada kajian akademisnya, termasuk apa kebutuhan masyarakat semuanya dipertimbangkan,” ujar Cak Hasan.

Menurut Cak Hasan, Pembangunan bangunan utama ditargetkan rampung pada Juli 2023 mendatang. Setelah itu akan diisi dengan perlengkapan atau fasilitas yang dubutuhkan, sehingga pada tahun ajaran baru 2023 sudah bisa digunakan.

Mengurai permasalahan tersebut, Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, SH. M.Si saat menghadiri pertemuan rutin anggota Asosiasi Perusahaan Media Magetan (APMM) di Milangasri, Panekan, menjelaskan bahwa akan melakukan pembangunan sarana dan prasarana disana, juga sampai Eks Lokalisasi Mbaben. Sehingga, tempat ini tak menjadi tempat remang-remang. Sabtu (25/2/2023).

Menurut Bupati, menjelang masa akhir jabatannya pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah yang akan diselesaikan. Antara lain pembangunan Pasar Baru tahap ke-4, pembangunan dan pengembangan tipe rumah sakit di Panekan, dan perbaikan infrastrukur.

Bupati Suprawoto juga menyampaikan progress pembangunan UNESA yang akan menyelesaikan gedung utama. Dan, sebagai daerah penyanggah, Maospati akan dipercantik.

“Kita akan bangun trotoar di Maospati. Pembangunan sarana dan prasarana di sana juga sampai Mbaben. Sehingga, tempat ini tak menjadi tempat remang-remang,” jelas Suprawoto.

Khusus Eks lokalisasi Mbaben ini, bupati juga menjalin kerja sama dengan pihak UNESA agar warga yang menggantung hidup dari “remang-remang” bisa berjualan di kampus.

“Kita mungkin bisa mencontoh cara sukses negara lain yang mengubah tempat penanaman ganja menjadi tempat wisata. Konsepnya, tetap sejahtera tapi dengan cara yang lebih baik.”

Selain itu, akses Stasiun Barat telah diminta untuk diperbaiki agar nanti menjadi salah satu pintu masuk bagi mahasiswa Unesa dan masyarakat Magetan. (Red).

Check Also

Kerjakan Lebih Cepat dari Rencana, Dinas PUPR Kabupaten Madiun Rekonstruksi Jalan Ruas Krapyak – Sumbergandu 

  SeputarKita, Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun melanjutkan upaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *