Sosialisasi Gerdal OPT Tembakau, Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Pulowetan Mendapat Tambahan Ilmu Pengetahuan

SeputarKita, Nganjuk – Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk menggelar sosialisasi Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tembakau kepada Kelompok Tani Tunas Harapan, Desa Pulowetan, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk.

Sosialisasi yang bertempat di Gedung Singgah Desa Pulowetan ini terselenggara dengan menggunakan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2022.

Hadir dalam acara ini, Tim Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Wakil Asisten Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), perwakilan Kecamatan Jatikalen, Kepala Desa Pulowetan beserta Perangkat, Serta Ketua dan Anggota Kelompok Tani Tunas Harapan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pulowetan Yanto mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini sehingga berjalan dengan lancar.

“Hari ini kelompok Tani Tunas Harapan menerima tambahan ilmu pengetahuan Gardal OPT Tembakau. Harapannya, ilmu yang disampaikan hari ini bisa bermanfaat untuk para anggota kelompok tani dan bisa digetok tularkan pada masyarakat yang lain.” Ujarnya.

Sementara itu, Agus dari Bidang Pengendalian Hama Penyakit, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk menuturkan bahwa di era sekarang ini semua subsidi sarana pertanian semakin dikurangi. Diharapkan, para petani harus bisa mandiri dan kembali menggunakan bahan – bahan alami yang ada disekitarnya.

“Dalam sosialisaai ini, materi yang akan diajarkan adalah bagaimana cara membuat pupuk dan obat pemberantasan hama penyakit dari bahan herbal. Diharapkan nantinya para petani menggunakan pupuk dan obat kimia hanya 50 persen saja. Biaya produksi bisa ditekan serendah mungkin tanpa mengurangi hasil panen. Sehingga perhitungan nilai usaha tani bisa meningkat drastis. Dan imbasnya tentu para petani bisa semakin sejahtera.” Tutup Agus.

Ditempat yang sama, Asisten Ekbang melalui Muji dari Bidang SDM menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan menggunakan anggaran dari DBHCHT Tahun 2022.

“Tahun 2022 ini, Pemkab Nganjuk menerima Dana Bagi Hasil dari Pemerintah Pusat sebesar Rp. 24 Miliar, alokasi terbesar untuk kesehatan dan bantuan sosial.” Ujarnya.

“Para petani tembakau saat ini harus bisa mencari partner untuk kerjasama, di Kabupaten Nganjuk ada 12 perusahaan rokok dan pengolahan tembakau. Kalau sudah mendapatkan partner, para petani tembakau akan semakin bisa menikmati penghasilan yang lebih baik.” Lanjutnya.

“Untuk mencari partner, petani bisa sharing dengan Dinas Pertanian untuk menerima arahannya.” Tukas Muji.

Setelah acara pembukaan dan mendapat arahan dari narasumber, seluruh peserta sosialisasi diajak turun langsung ke lahan pertanian guna melihat secara langsung praktek pembuatan rumah burung hantu. Tujuannya, agar hama tikus bisa dikendalikan dengan adanya predator yang dibudidayakan ini. (ris)

Check Also

Evaluasi Gema Parut Oleh Pemda Ngawi di Desa Wonokerto

  SeputarKita, Ngawi – Gema Parut (Gerakan Menanam dengan Memanfaatkan Pekarangan) yang digagas oleh Bupati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *