Jelang 100 Tahun Terate Emas, Pengurus PSHT Pusat Madiun Rakor Dengan Forkopimda

SeputarKita, Madiun – Guna sukseskan peringatan 100 Tahun Terate Emas yang jatuh pada 2 September 2022 mendatang, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Forkopimda Madiun, bertempat di ruang rapat Wakil Bupati Madiun, Puspem Mejayan, Jl. Alon – Alon Utara, No. 1 -3 Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Selasa, (23/8/2022).

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh jajaran Forkipimda Madiun beserta seluruh jajaran instansi Pemerintah Kabupaten Madiun. Murjoko, Selaku Ketua Umum PSHT Pusat Madiun menyampaikan, bahwa agenda kegiatan Satu Abad Persaudaraan Setia Hati Terate akan diisi dengan beberapa kegiatan, baik sosial, pentas seni dan pawai.

”Agenda kegiatan peringatan 100 tahun Terate Emas akan dilaksanakan mulai tanggal 27 Agustus 2022 sampai dengan tanggal 11 September 2022.” Jelasnya.

Kegiatan santunan anak yatim-piatu, khitanan masal dan donor darah akan dilaksanakan Se-indonesia pada tanggal 27 Agustus 2022, Tanggal 31 Agustus 2022 Kontingen Luar Negeri PSHT tiba di Kota Madiun. Pada Tanggal 1 September 2022 Pelaksanaan Kirab Setia Hati Terate di wilayah Kota Madiun yaitu Kirab dari Kelurahan Pilangbango sampai dengan Jl. Merak, lalu dilanjutkan acara Selamatan Nasional. Dan pada Tanggal 2 September 2022, pelaksanaan upacara resepsi 1 Abad Terate Emas di Padepokan Agung PSHT, di Jl. Merak, Kota Madiun. lalu dilanjutkan Krida Budaya Daerah

“Tanggal 11 September 2022, bertempat di GOR Pangeran Timoer Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun akan diadakan Festival Budaya Reog dengan peserta dari Reog Setia Hati Terate, Group Reog dari Wilayah Madiun dan sekitarnya. Pada minggu berikutnya, akan diadakan pagelaran Ketoprak dan Wayang Kulit di Padepokan Agung, Jl. Merak, Kota Madiun.” Paparnya.

Sementara itu, Kapolres Madiun AKBP. Anton Prasetyo, SH, S.I.K, M.H., dalam sambutanya menyampaikan bahwa dalam setiap kegiatan harus mengutamakan Keamanan, Ketertiban dan Kenyamanan Masyarakat Kabupaten Madiun dan harus dijaga bersama – sama.

”Masih adanya beberapa kerawanan di wilayah Kabupaten Madiun berkaitan dengan perguruan beladiri dan banyaknya kasus kejadian permasalahan antar Perguruan Beladiri. Serta masih adanya permasalahan di internal PSHT, yaitu adanya PSHT Parluh 16 dan Parluh 17. Sehingga dengan situasi tersebut, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Madiun, Polres Madiun tidak merekomendasi atau tidak mengijinkan kegiatan Pentas Reog di Gor Pangeran Timoer Caruban, Kabupaten Madiun., ”Pungkasnya. (Red).

Check Also

Evaluasi Gema Parut Oleh Pemda Ngawi di Desa Wonokerto

  SeputarKita, Ngawi – Gema Parut (Gerakan Menanam dengan Memanfaatkan Pekarangan) yang digagas oleh Bupati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *