Beras Sehat Untuk ASN, Program Ngawi Ciptakan Peluang Petani Organik

Direktur Perusda Ngawi, Anang Apriyanto Nugroho, memamerkan produk Beras Sehat Ngawi.

 

SeputarKita, Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Perusahaan Daerah (Perusda) Sumber Bhakti lakukan pengadaan dan pendistribusian beras organik hasil produksi petani lokal. Program tersebut merupakan langkah serius pemerintah Ngawi dalam mewujudkan kesejahteraan petani pada umumnya dan secara khusus menciptakan peluang bagi petani organik untuk mengembangkan pertanian mereka.

Bahkan, atas inovasi tersebut pemerintah Ngawi pada 1 Agustus lalu, telah membangun kesepakatan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri. Secara esensi, hal ini akan membantu pemerintah Ngawi dalam memberikan pendapat hukum dan pendampingan hukum terkait kebijakan tersebut.

Direktur Sumber Bhakti, Anang Apriyanto Nugroho, menjelaskan, program ini bertujuan agar semakin banyak petani di Ngawi yang menanam padi secara ramah lingkungan. Budidaya padi organik, menurutnya, sangat baik untuk menjaga kesuburan tanah, sebab bisa menjaga dan memperbaiki Ph tanah.

Dengan metode tanam organik, katanya, akan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Sehingga, lambat laun, limbah hasil pertanian bisa berkurang, kualitas air bagus dan aman untuk dikonsumsi serta meningkatkan populasi berbagai jenis organisme tanah.

“Program ini bertujuan agar banyak petani yang menanam secara ramah lingkungan, kalau semakin luas lahan yang digunakan untuk ramah lingkungan ini akan tidak ada ketergantungan terhadap pupuk kimia, sehingga tanah kami akan semakin subur” jelasnya. Senin (08/08/22).

Dari sisi pengadaan, lanjut Anang, program yang disebut Beras Sehat Untuk ASN ini, sebelumnya Sumber Bhakti telah merancang dan memperkirakan stok barang dengan kebutuhan. Berbekal data dari Dinas Pertanian Ngawi, pihaknya lalu membentuk ICS (Internal Control System) untuk mengetahui desa mana saja yang memproduksi baik beras organik maupun konversi.

Setelah itu, Sumber Bhakti membuat MoU dengan para petani dan mengajak kerja sama untuk menyukseskan program ini. Dari survei yang terus dilakukan, ternyata di lapangan, katanya, banyak ditemukan petani padi yang menggunakan metode tanam ramah lingkungan yang belum bekerja sama dengan Perusahaan Daerah ini.

“Untuk program ini, pertama kita mempersiapkan stok tadi. Lalu kita turun ke lapangan berbekal data dari Dinas Pertanian, supaya kita tahu dimana saja letak beras organik maupun konversi yang ada di lapangan. Lalu kita bikin MoU dengan mereka, kita ajak kerja sama untuk menyukseskan program ini” katanya.

Terdapat tiga jenis beras sehat di Sumber Bhakti, ungkap Anang, yaitu Organik, Konversi dan transisi. Organik merupakan beras yang telah bersertifikat LSO (Lembaga Sertifikat Organik), Lalu Konversi, beras hasil dari penanaman padi dengan perlakuan ramah lingkungan namun belum memiliki sertifikat organik.

Sedangkan untuk kebutuhan, Anang menyebut, kebutuhan per bulan untuk ASN di Ngawi sekitar 42 ton. Diwacanakan ke depan, beras sehat Sumber Bhakti ini tidak hanya didistribusikan bagi kalangan ASN saja, namun akan dipasarkan untuk umum bahkan hingga ke luar Ngawi.

Menurut dia, adanya program Beras Sehat Untuk ASN ini membuat petani organik Ngawi semakin antusias dan akan menambah lahan tanam organiknya. Dirinya mengurai, dari hasil koordinasi dengan beberapa kelompok tani, jumlah 42 ton dalam sebulan itu sangat kecil jika dibandingkan dengan lahan yang sudah mengalami perlakuan pola tanam sehat di daerah Ngawi.

Anang menjamin dan memastikan, stok beras sehat di Sumber Bhakti semuanya dari petani Ngawi, bukan dari daerah lain. Menyesuaikan isi kesepakatan, secara teknis, sebelum padi dipanen timnya akan mengecek langsung ke lapangan.

Dari aspek kualitas, Sumber Bhakti menggandeng Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (PERPADI), Ngawi, guna melakukan uji klinis produk dan kelayakan sebelum beras sehat tersebut dikemas dan didistribusikan. Terkait harga, penetapannya disepakati oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Bagian Administrasi Perekonomian Setda Ngawi sebesar 15 ribu per kilogram.

“Kita punya tiga packing stok beras sehat, diantaranya Organik, konversi dan sebagian kecil transisi. Sementara ini kebutuhan kita per bulan mencapai 42 ton, menurut kelompok tani yang bekerja sama dengan kita jumlah itu masih kecil, karena ternyata masih banyak petani dengan metode perlakuan ramah lingkungan di Ngawi yang belum bekerja sama dengan kita. Sedangkan untuk harganya 15 ribu, itu kita mengikuti kesepakatan dinas terkait, kedepannya apabila perlu dievaluasi kita akan mengevaluasinya” tutup Anang Apriyanto Nugroho. (Gus).

Check Also

Relawan Projo dan Pasukan Gibran Tegaskan Dukungan Untuk Bunda Lisdyarita Pada Pilkada Ponorogo

  SeputarKita, Karanganyar – Geliat dukungan terhadap Bunda Lisdyarita untuk Pilkada Ponorogo 2024 kian menguat. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *