Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Sine Ceritakan Perjuangan Ki Hajar Dewantara Dalam Memerdekakan Pendidikan

Pardan, KUPT Kecamatan Sine


SeputarKita, Ngawi – Hari Pendidikan Nasional tahun 2022 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. tahun ini, peringatan dunia pendidikan di Indonesia tersebut dilakukan pada 13 Mei.

Bukan tanpa sebab, seperti yang kita semua tahu, pada 2 Mei lalu bertepatan dengan hari raya idul fitri. Oleh karena itu pemerintah mengambil kebijakan dengan menggantinya pada 13 Mei.

Ditetapkan pemerintah, Hari Pendidikan Nasional sendiri diperingati sesuai dengan tanggal lahir Ki Hajar Dewantara. Sesuai sejarahnya, Ki Hajar Dewantara merupakan pelopor bidang pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda.

Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2022, Pardan, Kepala Unit Pelaksana Tugas (KUPT) Pendidikan Kecamatan Sine, Ngawi menceritakan tentang heroiknya perjuangan Ki Hajar Dewantara. Jauh sebelum ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 28 Nopember 1959, beliau merupakan sosok yang gigih melawan feodalisme penjajah melalui pendidikan.

Peran perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam perjuangan kemerdekaan salah satunya adalah mendirikan sekolah taman siswa pada 1922. Padahal, cerita Pardan, di masa itu pemerintah Belanda telah mendirikan sekolah dengan sistem pendidikan barat.

Sementara alasan yang melatarbelakangi ki Hadjar Dewantara adalah karena sistem pendidikan Belanda dianggap melemahkan semangat juang bangsa. Generasi muda Indonesia dididik sesuai kepentingan penjajah.

” Sejarahnya, pada waktu itu, konten pelajaran sistem pendidikan Belanda, misalnya bacaannya, merupakan upaya sistematis penjajah supaya generasi Indonesia merendahkan martabat bangsanya sendiri, sehingga melemahkan semangat juang bangsa Indonesia” cerita Pardan, Jum’at (13/05/2022).

Sedangkan hal positif yang mampu menggugah semangat pendidikan di Indonesia dari sejarah Ki Hajar Dewantara, sambungnya, adalah semboyannya yaitu, Ing Ngarso Sungtulodho yang berarti di depan (pimpinan) harus menjadi teladan. Lalu, Tut Wuri Handayani yang mengandung arti di belakang memberi dorongan.

Sedangkan konsepnya, pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang memerdekakan. Merdeka berarti setiap orang bisa memilih menjadi apa saja, dengan catatan adanya penghargaan terhadap kemerdekaan yang dimiliki orang lain. (PRI/pathok).

Check Also

Gabungan Asosiasi Jurnalis Ngawi Gelar Aksi Damai Tolak Revisi RUU Penyiaran

  SeputarKita, Ngawi – Puluhan jurnalis Ngawi dari berbagai asosiasi bersatu lakukan aksi damai tolak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *