Alokasikan Anggaran Ketahanan Pangan, Desa Begal Realisasikan Akses Pertanian

Sebelum adanya talut


SeputarKita, Ngawi – Desa Begal, kecamatan Kedunggalar, Ngawi wujudkan 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan melalui proyek talut akses jalan pertanian. Realisasi itu merupakan salah satu dari sembilan indikator ketahanan pangan yaitu rasio akses roda empat.

Sebelumnya, keberadaan lokasi proyek yang masuk ke dalam tanah kas desa tersebut belum layak apabila disebut jalan akses. Tidak ada talut atau pembatas apapun, sehingga sulit kendaraan jenis roda empat masuk ke area pertanian.

Menurut kepala desa Begal, Yusuf Setyono, proyek talut tersebut mendasar kebijakan program ketahanan pangan nasional pada tahun lalu, diantaranya berfokus pada mendorong produksi komoditas pangan dengan membangun sarana dan prasarana. Dia menyebut, sesuai pasal 5 Peraturan Presiden Nomor 104 tahun 2021 tentang rincian APBN tahun 2022, disebutkan Dana Desa penggunaannya antara lain untuk program ketahanan pangan dan hewani, paling sedikit 20 persen.

Setelah proyek selesai

Sesuai tujuan, kata Yusuf, perlahan namun pasti, desanya berusaha mewujudkan kedaulatan pangan masyarakat melalui ketersediaan, keterjangkauan, konsumsi pangan dan gizi serta keamanan pangan berbasis bahan baku, sumber daya dan kearifan lokal.

“Adanya program ketahanan pangan yang diwujudkan pengalokasian 20 persen dari Dana Desa tersebut benar-benar membawa angin segar bagi desa kami. Kesempatan bagi kami memperbaiki akses pertanian yang dulunya belum pernah tersentuh pembangunan” beber Yusuf.

Dirinya merinci, sesuai petunjuk penggunaan anggaran Dana Desa, talut yang memiliki panjang sejauh 194 meter, lebar 3 meter dengan ketinggian 164 cm tersebut, mengalokasikan Dana Desa sebesar 20,1 persen, senilai 185.475.000.

Yusuf berharap, selesainya proyek tersebut akan meringankan dan mempermudah mobilitas pertanian di desanya. Mengingat komoditi desa Begal, sebagian besar adalah lahan pertanian berupa persawahan.

“Proyek itu didanai dari Dana Desa 2022, kami anggarkan 20,1% dari total Dana Desa yang kami dapat. Sedangkan terkait akses, sebelumnya memang untuk roda empat gak bisa masuk, sekarang sudah bisa lancar” jelas Yusuf Setyono, Kepala Desa Begal, Senin, (26/04/2022). (Gus).

Check Also

Evaluasi Gema Parut Oleh Pemda Ngawi di Desa Wonokerto

  SeputarKita, Ngawi – Gema Parut (Gerakan Menanam dengan Memanfaatkan Pekarangan) yang digagas oleh Bupati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *