Disparbud Magetan Gelar Gladhen Alit Jemparingan


Magetan, Seputarkita – Guna mengasah kemampuan serta menjalin silaturahmi antar pemanah yang ada di wilayah Kabupaten Magetan, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan, menggelar Gladhen Alit Jemparingan di Lapangan Kelurahan Bulukerto, Kecamatan/Kabupaten Magetan. Minggu, (08/11/2020).

Kegiatan Gladhen Alit Jemparingan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan, dan diikuti oleh kurang lebih 50 orang peserta Jemparingan Ki Mageti dan juga Perwakilan Jemparingan Bandul Nusantara.
 
Olahraga ini memiliki keunikan tersendiri dimana para pesertanya mengenakan pakaian tradisional khas Jawa, dan harus memanah sasaran tembak (bandulan) sambil duduk bersila. Setiap pemanah dibekali dengan 4 anak panah untuk satu kali putaran, atau disebut juga sebagai 1 Rambahan, dan setiap peserta harus melakukan 80 kali tembakan atau sebanyak 20 rambahan.
 
Bandulan atau sasaran tembaknya adalah irisan serabut bambu yang diikat jadi satu. Ada tiga bandulan dengan panjang sekitar 40 cm. Di belakang bandulan, dipasang karpet karet tebal untuk menahan anak panah yang meleset.

Kepala Disparbud Magetan Joko Trihono mengatakan bahwa kegiatan Jemparingan ini dilaksanakan satu tahun sekali, untuk tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,yang di karenakan masih dalam suasana pandemi Covid-19.

“Memang kegiatan seperti ini kami selenggarakan setiap satu tahun sekali. Sebenernya ini kegiatan Gladhen Ageng Jemparingan, karena masih dalam suasana Pandemi Covid-19 ini, kami hanya bisa menyelenggarakan dengan Gladhen Alit Jemparingan, yang pesertanya kita batasi yaitu hanya untuk para pemanah yang ada di wilayah Magetan saja. Dan Tujuan dari terlaksananya jemparingan ini adalah untuk melestarikan salah satu olahraga tradisional Indonesia khususnya Jawa, yang mana untuk mewadahi para atlet yang memang mempunyai talenta khusus di bidang ini”jelasnya.
 
“Olahraga jemparingan ini semakin lama semakin berkembang peminatnya, dan kita memang berkomitmen untuk tetap menyelenggarakannya di Kabupaten Magetan. Setiap peserta selain mendapatkan poin juga akan diberikan bingkisan dari panitia,” tambahnya.

Sementara itu, Saifudin Ketua Jemparingan Ki Mageti memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kegiatan yang telah di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan.
 
“Saya mewakili temen-temen semua di sini sangat mengapresiasi serta kami ucapkan banyak terima kasih atas kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan.Yang mana telah memberikan kami ruang untuk mengasah kemampuan kami, semoga silaturahmi ini tetap selalu berlanjut” pungkasnya. (Aryo)

Check Also

Evaluasi Gema Parut Oleh Pemda Ngawi di Desa Wonokerto

  SeputarKita, Ngawi – Gema Parut (Gerakan Menanam dengan Memanfaatkan Pekarangan) yang digagas oleh Bupati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *