Kapolres Ponorogo Sambangi Polsek Sumoroto Dan Kampung Tangguh Covid 19

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto bersama jajaran menunjukkan barang bukti balon udara dan petasan

Ponorogo, Seputarkita – Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto SH SIK MM bersama jajaran melakukan kunjungan di Polsek Somoroto dalam rangka pengecekan hasil operasi dan penyerahan balon udara dan petasan dari warga masyarakat Dukuh Demalang Desa Somoroto di Mapolsek setempat, Senen (25/5).

“Yang serahkan warga kepada petugas di Polsek Sumoroto ini 1 buah balon udara tanpa awak yang terbuat dari plastik tinggi 30 meter dengan diameter 10 meter, 1 buah balon udara tanpa awak terbuat dari Plastik tinggi 10 meter dengan diameter 3 meter dan petasan kecil diameter 2 cm, dan sudah dirangkai sebanyak 1500 biji 4, petasan besar diameter 15 cm sebanyak 9 biji. Sedangkan untuk hasil operasi di wilayah Polsek Sumoroto berhasil mengamankan 1 balon udara panjang 5 meter dengan diameter 2 meter diserahkan oleh warga Dukuh Candi Desa Nongkodono dan 1 balon panjang 10 meter dengan diameter 4 meter dari Desa Sumoroto Kecamatan Kauman, “kata Arief Fitrianto.

AKBP Arief Fitrianto menambahkan, selain mengecek hasil operasi balon udara dan petasan, pihaknya juga melakukan kunjungan ke Desa Semanding Kecamatan Kauman dalam rangka kesiapan Kampung Tangguh penanggulangan Covid 19.

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto bersama jajaran mengecek kesiapan kampung tangguh Covid 19

“Polres Ponorogo menyiapkan 63 desa tangguh bencana dalam rangka upaya penanggulangan mewabahnya bencana Covid 19. Target kita 63 desa, dan kurang lebih sudah lima puluh persen sudah terbentuk, dan ini terus kita kembangkan agar program ini bisa ditiru di seluruh desa. Kita upayakan seluruh desa di Ponorogo menjadi desa yang tangguh terhadap penanggulangan mewabahnya pandemik virus Covid 19, “imbuhnya.

Lebih lanjut AKBP Arief Fitrianto mengatakan, rencananya kedepan akan dibentuk desa tangguh di setiap Kecamatan, namun diutamakan desa berstatus zona merah yang akan dijadikan pilot projects dahulu.

“Yang kita jadikan pilod project yaitu desa yang sudah berstatus zona merah, dimana di daerah tersebut ada yang terkonfirmasi positif, sehingga kita berikan penyuluhan agar mereka tersadar bisa membentuk desa tangguh tersebut. Dengan dibentuknya desa tangguh ini, diharapkan masyarakat selalu siap sedia dan bisa secara daya membentuk kesiapsiagaan dari sisi logistik , tempat isolasi dan lainnya, sehingga bisa meminimalisir terjadinya penyebaran Covid 19. Dari target 63 desa tangguh ini nanti, direncanakan minimal setiap Kecamatan akan terbentuk tiga desa tangguh termasuk desa yang sudah menjadi zona merah, “pungkasnya.(sul)

Check Also

Sedan Mercy Milik Warga Ngawi Terperosok ke Sungai Maospati

  SeputarKita,  Magetan – Sebuah mobil sedan Mercy terperosok ke sungai di kawasan Jembatan Puskesmas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *