Seorang Warga Desa Muneng Ponorogo Tewas Jatuh Ke Dasar Sumur Saat Perbaiki Pompa Air

Kapolsek Balong AKP Hariyanto bersama petugas BPBD yang dibantu warga saat mengevakuasi jenazah korban

Ponorogo, harianseputarkita – Pairan (61) warga Desa Muneng Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo harus meregang nyawa saat  memperbaiki pompa air hingga jatuh ke dasar sumur sedalam 12 meter, yang berada di depan rumahnya, Selasa (5/3).

Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula, saat korban dibantu Jiono (64) dan Tri Mianto (22) tengah memperbaiki pompa air di dalam sumur yang berada di halaman depan rumah korban karena musim hujan, dengan cara menaikkan pompa air supaya tidak terendam air dengan cara ditarik. Yang sebelumnya sudah terpasang dan sudah diikat tali.

Setelah pompa dinaikkan sesuai keinginan kemudian korban turun dan masuk kedalam sumur dengan menggunakan tangga yang disambung sebanyak 2 tangga bambu bermaksud hendak menyambung pipa paralon dan Jiono memegang ujung tangga.

Namun, baru di kedalaman sekitar 8 meter korban berteriak memanggil Jiono dan kemudian terlihat oleh Jiono korban sudah terjatuh kedasar sumur. mengetahui hal tersebut Tri Mianto mencoba menolong korban dengan cara berusaha masuk kedalm sumur melalui tangga bambu tersebut namun sekitar di kedalam 10 meter Tri Mianto naik lagi karena merasakan sulit bernapas dan merasakan sesak napas. Selanjutnya Jiono dan Tri Mianto langsung meminta bantuan warga setempat dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balong.

Kapolsek Balong AKP Hariyanto yang datang ke lokasi mengatakan bahwa,
korban bersama saudaranya hendak memperbaiki mesin pompa air sumur miliknya dengan diameter kurang dari 70 cm dengan kedalaman sekitar 12 meter.

“Diduga akibat kehabisan oksigen sehingga tidak bisa bernafas yang membuatnya terpeleset dan terjatuh ke dasar sumur hingga meninggal dunia, “kata Hariyanto.

kapolsek saat dibantu warga saat mengevakuasi korban

Hariyanto menambahkan, petugas bersama BPBD yang dibantu warga, berusaha melakukan evakuasi untuk mengangkat jenazah korban dari dalam sumur.

“Dari hasil pemeriksaan petugas medis pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan. Keluar air mani dan korban memakai kaos panjang warna biru dongker dan celana pendek hitam, “pungkasnya.(SUL)

Check Also

Operasi Patuh Semeru 2024 di Gresik, Bersama Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

Operasi Patuh Semeru 2024 di Gresik, Bersama Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

  SeputarKita, Gresik – Apel Operasi Patuh Semeru 2024 yang dipimpin Wakapolres Gersik Kompol Danu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *