Hujan Dengan Intensitas Tinggi, Lima Kecamatan di Kabupaten Madiun Terendam Banjir

Banjir juga menggenangi jalan raya Solo – Madiun

Madiun, harianseputarkita – Pada hari Selasa tanggal 5 Maret 2019 diketahui Pkl 23.00 Wib di wilayah Kab. Madiun telah terjadi bencana banjir yang disebabkan tinnginya intensitas curah hujan di wilayah Kab. Madiun Untuk daerah yang paling parah yaitu di wilayah Dsn. Jetak desa Purworejo kecamatan pilang kenceng karena ketinggian air hingga mencapai 4m banyak warga yang harus kehilangan barang berharga dan hewan peliharaannya
Saat dimintai keterangan ibu sarinem warga setempat mengatakan bahwa dirinya sangat kawatir karena di rumahnya masih ada 6 keluarganya yang masih terjebak banjir dan masih belum di evakuasi sejak kemarin malam.identitas  keluarganya tersebut yaitu Endra 7th pak joko 70 mbah semini 80th paidi 40th supi 40th dan rendi 8th.alhamdulilah tim sarana Bpbd beserta anggota TNI Polri berhasil mengevaluasi para korban yang terjebak banjir.

Untuk wilayah yang terdampak banjir yaitu

Kecamatan pilang kenceng
Dsn Jetak Ds. Purworejo Kec. Pilangkenceng (ketinggian air 1 s.d 2 meter)
Warga yang terdampak ± 150 orang telah dievakuasi ke Ponpes Klubuk Ds. Kedungrejo Kec. Pilangkenceng dan sebagian warga naik ke jalan Tol.

 Kecamatan Mejayan
 Jl. Cempaka Kel. Bangunsari
Warga yang terdampak ± 25 KK, tidak ada korban jiwa
Dsn. Mrau Ds. Ngampel  ,
warga yang terdampak ± 250 KK sudah dilakukan evakuasi
– Dalam bencana banjir ini Rt.  20/19 Rw. 06 , keadaan banjir terparah dan debit air tertinggi,  mengiat daerah tersebut lingkungan agak turun dari permukaan jalan utama dan dekat dengan Kali bengawan solo.

Kecamatan Wungu
Ds Tempursari Kec. Wungu (ketinggian air ± 30 cm)
sementara Jalur Ds. Tempursari – Ds. Nglanduk tidak dapat dilalui R.2 maupun R.4
tidak ada korban jiwa

Kecamatan Balerejo
Ds. Bulakrejo, Ds. Warurejo, Ds. Garon, Ds. Glonggong, Ds. Pacinan, Ds. Jeruk Gulug dan Ds. Balerejo.
Banjir hanya menggenangi jalan dan areal persawahan serta belum masuk kerumah penduduk dan tidak ada korban jiwa.

Kecamatan saradan Dsn Sumberan Ds. Klumutan (banjir menggenangi rumah warga)
 Ds. Sokorejo (banjir menggenangi rumah warga Rt. 1/1) 7 KK sudah mengungsi.
Ds. Sugihwaras air sungai meluap sampai dengan jalan raya Madiun – Surabaya, Pkl 03.30 air sudah surut
Ds. Bener (banjir menggenangi jalan dan rumah warga Dsn. Boto) ketinggian air ± 15 cm
Ds. Bongsopotro (banjir menggenangi ± 40 rumah warga), Pkl 02.30 wib air sudah mulai surut.

Dimungkinkan debit air akan terus meningkat mengingat kondisi cuaca saat ini masih mendung dan cenderung turun hujan sesuai dengan data prakiraan BMKG Prov Jawa Timur sehingga perlu dilakukan langkah pencegahan dan penanggulangan oleh instansi terkait apabila terjadi bencana bajir susulan.deni dwi pangestu

Check Also

Operasi Patuh Semeru 2024 di Gresik, Bersama Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

Operasi Patuh Semeru 2024 di Gresik, Bersama Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

  SeputarKita, Gresik – Apel Operasi Patuh Semeru 2024 yang dipimpin Wakapolres Gersik Kompol Danu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *