Revitalisasi Pasar Tradisional Upaya PemDes Kedungbanteng Jadikan Desa Mandiri

Foto ; Kepala Desa Kedungbanteng Sunaryo

Ponorogo, harianseputarkita – Pemerintah Desa Kedungbanteng terus genjar berupaya menggali potensi desa demi untuk peningkatan roda perekonomian, kesejahteraan dan kemajuan warga masyarakatnya. Salah satunya membangun atau merevitalisasi pasar tradisional desa setempat.

Sebab, pasar tradisional sebagai tempat berlangsungnya berbagai transaksi perdagangan antara warga masyarakat sebagai konsumen dengan warga lainnya sebagai pedagang memang sangat penting untuk direvitalisasi.

Mengingat, pasar trasional merupakan pusat perekonomian warga masyarakat desa setempat, apalagi selama ini pasar tradisional sangat identik dengan kondisi yang kumuh, reget dan becek serta tempat parkir pun susah. Sehingga revitalisasi pasar tradisional sangat diperlukan untuk dilakukan, selian juga dapat menjadi slah satu sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa.

Kepala Desa Kedungbanteng, Sunaryo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, pembangunan atau revitalisasi pasar tradisional pasar Desa Kedungbanteng merupakan salah satu progam dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dalam MusrembangDes bersama warga masyarakat Desa. Yang anggarannya dari bantuan kucuran dana pemerintah yakni DD.

“Pasar tradisional tersebut memiliki luas sekitar 1,5 hektar, yang berada di Dukuh Tambang, sebagai tempat transaksi ekonomi warga, sehingga pemerintah Desa Kedungbanteng berencana dan memprogamkan membangun atau revitalisasi pasar Desa tersebut agar lebih baik. Rencana kedepan akan dibangun sekitar 12 ruko dan 16 kios bagi para pedagang, “kata Sunaryo, Selasa (15/1).

Sunaryo menambahkan, selain itu nantinya akan juga disediakan berbagai fasilitas yang menunjang bagi pedagang dan pembeli. Untuk ruko dan kios akan dikenakan biaya sewa yang bervariatif sesuai hasil kesepakatan dengan para pedagang, sehingga tidak membebankan. Dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) sebagai pihak pengelola.

“Untuk ruko akan dikenakan sewa sekitar 3 juta per tahun, sedangkan kios 2 juta per tahun, namun itu belum final. Selain ruko dan kios, kita berencana nantinya lokasi tengah pasar yang ada, akan kita jadikan lahan bagi para pedagang atau PKL pada waktu malam hari. Tapi waktu berjualan hanya sampai jam 12 -1 malam, dan harus bersih sebab paginya ganti para pedagang yang berjualan pagi hari, “imbuhnya.

Lebih lanjut Sunarto menuturkan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah atas progam bantuan DD yang kucuran, sehingga dengan bantuan progam DD tersebut dapat mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan serta kemandirian Desa Kedungbanteng demi meningkatkan kesejahteraan, perekonomian warga masyarakat dan kemajuan Desanya.

“Diharapkan dengan pembangunan atau revitalisasi pasar Desa Kedungbanteng akan mampu menjadikan salah satu sektor PAD bagi Desa, serta dapat menjadikan Desa Kedungbanteng yang mandiri sebagai upaya menggali potensi Desa untuk peningkatan kesejahteraan dan ekonomi warga masyarakat Desa Kedungbanteng, “pungkasnya.(sul)

Check Also

Antisipasi Corona Pemdes Nampan Berikan Sosialisasi Dan Penyemprotan Disinfektan Kesejumlah Fasilitas Umum

Kades Nampan Teguh Prayitno bersama perangkat mensosialisasikan pencegahan virus Corona kepada warga Ponorogo, Seputarkita – Antisipasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *