Warga Rejosari Semakin Resah: Rentetan Aksi ODGJ Kian Picu Kekhawatiran Warga

0
IMG-20260925-WA0005

SeputarKita, Magetan — Warga di lingkungan Kelurahan Rejosari dan sekitarnya, Kecamatan Kawedanan, semakin merasa tidak aman pasca terjadinya rentetan kejadian meresahkan yang dilakukan seorang warga berinisial Tutik. Diketahui, wanita yang baru saja pulang dari perantauan di Jakarta dan menetap di Dukuh Tulung, Desa Banjeng, Kecamatan Kawedanan ini, diketahui mengidap gangguan jiwa dan kerap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Rangkaian Kejadian

– Senin, 21 September 2026 — Kejadian bermula saat sebuah sepeda motor milik seorang pelajar hilang di area Pasar Lama Gorang-Gareng. Kurang dari tiga jam setelah laporan diterima Polsek Kawedanan, motor tersebut berhasil ditemukan tersimpan di kediaman pelaku. Masalah ini sempat diselesaikan secara kekeluargaan setelah pihak keluarga menjelaskan kondisi kesehatan pelaku.

– Selasa, 22 September 2026 — Kondisi kembali memanas. Tutik terduga mencuri helm milik karyawan toko di pasar yang sama. Tidak hanya itu, ia juga diduga masuk ke rumah warga yang tidak terkunci, memicu kepanikan. Warga yang panik sempat melempari pelaku dengan batu, meski tidak ada yang terluka. Pihak desa, keluarga, serta Puskesmas setempat segera turun tangan.

– Kamis, 24 September 2026 — Setelah jeda satu hari, aksi terulang kembali. Kali ini di area sekitar Masjid Al Muttaqin, pelaku mengambil barang-barang milik jemaah yang ditinggalkan di kendaraan.

– Jumat, 25 September 2026 — Situasi semakin memuncak. Tutik dikabarkan melakukan pemukulan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berupaya mengambil kembali helm yang diduga dicuri. Kejadian ini membuat kekhawatiran warga mencapai puncaknya.

Langkah Penanganan yang Diharapkan

Warga menuntut adanya penanganan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan. Berbagai pihak diharapkan segera bergerak bersama:

🔹 Evakuasi & Perawatan Medis: Puskesmas, Dinas Sosial, dan aparat terkait segera merujuk Tutik ke Rumah Sakit Jiwa terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang layak dan intensif.

🔹 Pengawasan Keluarga: Keluarga diharapkan lebih ketat dalam mengawasi, terutama pasca kepulangan dari perantauan, mengingat perubahan lingkungan dapat memicu kekambuhan.

🔹 Peran Satgas Kesehatan Jiwa: Kader kesehatan desa dan Posyandu Jiwa aktif memantau kepatuhan pengobatan pasca perawatan.

🔹 Pencegahan Tindakan Main Hakim Sendiri: Pemerintah desa diimbau memberikan sosialisasi agar warga tidak melakukan tindakan yang justru membahayakan, melainkan segera menghubungi aparat atau tenaga kesehatan.

Harapan Warga

“Kami ingin lingkungan kami kembali aman dan tenteram. Di saat yang sama, kami juga berharap Tutik mendapatkan perawatan yang layak, sehingga tidak membahayakan dirinya sendiri maupun warga sekitar,” ujar salah satu warga Rejosari.

Semoga langkah konkret segera diambil oleh instansi terkait demi keamanan bersama dan kemanusiaan. (Dip).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *