SeputarKita, Magetan – Pabrik Gula (PG) Redjosarie Kabupaten Magetan menargetkan produksi sebanyak 3,7 juta kuintal tebu pada musim giling tahun 2026. Sebagai penanda kesiapan operasional dan permohonan kelancaran proses produksi, manajemen menggelar tradisi tahunan Selamatan Buka Giling yang berlangsung di Balai Pertemuan PG Redjosarie, Kamis (23/4). Acara mengusung tema “Bersama Mitra Menguatkan Sinergi, Memanen Kesuksesan dan Mewujudkan Kesejahteraan”.
General Manager PG Redjosarie, Andris Dahono Saroyo, menyampaikan bahwa tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya perusahaan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus permohonan agar seluruh rangkaian operasional, mulai dari pengolahan tebu hingga proses pengemasan, berjalan lancar, aman, serta menghasilkan produk dengan kualitas dan kuantitas sesuai target yang ditetapkan.
“Saya mohon doa restu kepada semua pihak yang hadir, semoga musim giling kali ini berjalan tanpa kendala. Target yang kami tetapkan cukup tinggi, yaitu mencapai 3,7 juta kuintal tebu. Selamat memulai persiapan bagi seluruh karyawan, semoga senantiasa diberikan keselamatan dalam bekerja dan hasil produksi membawa keberkahan bagi semua pihak,” tegas Andris dalam sambutannya. Ia juga menambahkan, proses penggilingan direncanakan akan dimulai pada akhir Mei hingga awal Juli 2026 mendatang.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan strategis, di antaranya Kepala Sinergi Gula Nusantara, perwakilan Perkebunan Nusantara, Danantara Indonesia, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), serta tokoh masyarakat dan petani tebu binaan. Bupati Magetan yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Suwata, turut hadir dan memberikan apresiasi atas konsistensi serta komitmen yang ditunjukkan manajemen perusahaan.
Suwata menyatakan, keberadaan PG Redjosarie memiliki peran sangat penting sebagai penggerak roda perekonomian daerah, sekaligus mitra utama bagi ribuan petani tebu di wilayah Magetan dan sekitarnya. Pemerintah daerah berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, diiringi dengan peningkatan profesionalisme, efisiensi, dan inovasi guna menghadapi berbagai tantangan industri serta meningkatkan daya saing produk gula nasional.
“Kami mendorong seluruh elemen, baik manajemen, tenaga kerja, maupun petani mitra, untuk terus bekerja sama dengan baik. Keberhasilan produksi tidak hanya menjadi kebanggaan perusahaan, tetapi juga berkontribusi langsung pada pemenuhan kebutuhan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain rangkaian doa bersama atau istighosah, acara juga dirangkai dengan kegiatan sosial berupa penyerahan santunan kepada anak yatim, serta prosesi adat simbolis petik tebu manten. Sebagai bentuk apresiasi, manajemen juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pegawai teladan sebagai upaya memotivasi seluruh karyawan menjelang masa produksi berlangsung.
Dukungan juga datang dari organisasi kepemudaan setempat, yakni Karang Taruna Jana Bhakti Rejosari. Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menyampaikan harapan agar operasional pabrik dapat berjalan lancar dan membawa dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi warga desa.
“Kami berharap hubungan kemitraan antara perusahaan dan masyarakat semakin erat, sehingga kemajuan yang diraih PG Redjosarie turut dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh warga Desa Rejosari dan wilayah sekitarnya,” pungkas perwakilan Karang Taruna.(DIP).
