SeputarKita Ponorogo — Kemegahan dan semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Kirab Budaya Ponorogo 2026. Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang rute pawai, menyambut perhelatan tahunan yang menjadi jantung kebanggaan tradisi dan identitas daerah ini. Acara yang penuh makna ini diikuti secara antusias oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah, lembaga pendidikan dari berbagai jenjang, hingga seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Ponorogo.
Sejak dini hari, jalan-jalan utama telah dipenuhi penonton yang tak sabar menunggu iring-iringan kirab. Keceriaan semakin terasa saat para peserta tidak hanya memukau dengan penampilan seni, tetapi juga meluangkan waktu membagikan berbagai hadiah menarik secara langsung kepada warga yang hadir di pinggir jalan.
Pawai tahun ini terasa semakin spektakuler. Sepanjang rute terhampar keindahan: mulai dari penampilan seni budaya khas Ponorogo, mobil-mobil hias yang dirancang penuh kreativitas, hingga dentuman semangat dari orkestra marching band yang mewakili semangat generasi muda daerah.

Namun, dari sekian banyak penampilan, sorotan utama jatuh pada kontingen SMAN 1 Ponorogo atau SMAZAPO. Sekolah ini tampil berbeda dan memukau dengan menerjunkan 12 orang siswi sebagai Pasukan Srikandi Berkuda. Penampilan mereka gagah, anggun, sekaligus memukau — menjadi bukti bahwa dunia pendidikan turut berperan aktif melestarikan budaya dengan sentuhan istimewa dan penuh kebanggaan.
Salah satu siswi yang tergabung dalam barisan gagah itu, Anya Dewi Pramesthi, mengaku merasakan kebanggaan yang mendalam usai melintasi seluruh rute kirab. Baginya, keikutsertaan ini bukan sekadar tugas atau penampilan biasa.
“Saya sangat bangga dapat berpartisipasi. Ini wujud nyata rasa cinta kami terhadap budaya Ponorogo, yang sekaligus menjadi bagian dari kecintaan kami pada kebudayaan Indonesia secara luas,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Ia pun berharap tradisi ini terus terjaga. “Semoga kegiatan seperti Kirab Budaya ini senantiasa berlanjut, berkembang, dan tetap menjadi kebanggaan abadi bagi seluruh warga Ponorogo,” tambahnya.
Lebih dari sekadar pesta rakyat, Kirab Budaya Ponorogo 2026 menjadi bukti nyata sinergi kuat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Bersama-sama mereka menjaga warisan leluhur, memperkokoh identitas daerah, dan membuktikan bahwa budaya lokal tetap hidup dan bersinar di tengah derasnya arus zaman modern. (DIP).
