SMP Negeri 3 Rejoso Tampil Megah di Pawai Karnaval, Angkat Pesona Budaya Khas Ponorogo

0
WhatsApp Image 2026-08-21 at 09.27.49 (1)

SeputarKita, Nganjuk Suasana sepanjang jalan di wilayah Kecamatan Rejoso berubah menjadi lautan warna dan riuh tepuk tangan warga pada Kamis, 20 Agustus 2026. Sebanyak 176 siswa SMP Negeri 3 Rejoso tampil memukau dalam pawai budaya tingkat Kecamatan Rejoso, membawa semangat pelestarian warisan budaya sekaligus persatuan bangsa dengan mengangkat tema kebudayaan khas Ponorogo.

Pawai dilepas dari Desa Musir Kidul dan melaju sepanjang sekitar 3,5 kilometer melintasi Desa Banjarejo, Desa Rejoso, hingga berakhir di Lapangan Desa Talang. Sepanjang rute, ribuan warga berbondong-bondong memadati tepian jalan, menyaksikan dan menyemangati barisan peserta yang berjalan tegap, penuh percaya diri, dan kebanggaan.
Di bawah arahan Kepala Sekolah, Bapak Jumadi, S.Pd., penampilan ini bukan sekadar hiburan semata. Sekolah senantiasa menanamkan nilai keteladanan, kedisiplinan, dan cinta budaya kepada seluruh siswa — bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, melainkan juga tempat tumbuh generasi yang mengenal sejarah, mencintai warisan leluhur, dan bangga menjadi bagian dari Indonesia.
Susunan barisan pawai disusun secara berurutan dengan muatan filosofis yang menyentuh hati:

Barisan Pembuka — Cucuk Lampah

Berjalan paling depan, hiasan burung merak menjadi simbol identitas khas Kota Ponorogo. Burung merak melambangkan keindahan, keanggunan, dan daya tarik budaya Reog Ponorogo yang diwariskan turun-temurun, menjadi pengingat akan kemegahan dan kekayaan seni daerah.

Barisan Lambang Kebangsaan & Identitas Sekolah

Berikutnya hadir lambang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, mengingatkan kita bahwa keberagaman budaya adalah kekayaan terbesar bangsa. Disandingkan dengan logo SMP Negeri 3 Rejoso, menyampaikan pesan bahwa generasi muda hadir untuk belajar, berkarya, dan menjadi pelestari budaya bangsa.

Barisan Lambang Negara & Kepemimpinan

Simbol Garuda Pancasila berjalan gagah, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila adalah dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Diiringi foto Presiden dan Wakil Presiden, barisan ini menyampaikan pesan luhur: berbeda budaya, berbeda tradisi, berbeda kesenian — namun kita tetap satu. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Barisan Drumband Garuda Nada

Suara tabuhan dan hentakan langkah drumband membuat suasana semakin semarak. Setiap pemain memiliki peran berbeda, namun ketika bersatu tercipta harmoni dan irama yang indah — simbol kedisiplinan, kekompakan, semangat, dan keberanian generasi muda melangkah maju bersama.

Mobil Pertiwi — Cerita Kerajaan Wengker

Karya andalan berupa kendaraan hias mengangkat kisah bersejarah Kerajaan Wengker, salah satu akar sejarah wilayah Ponorogo. Di atasnya tampil peniruan sosok Baginda Raja Wijaya Rajasa beserta Permaisuri Dyah Wiyat — menjadi pengingat kejayaan masa lampau dan perjalanan panjang sejarah tanah Ponorogo yang patut diketahui dan dibanggakan.

Penutup — Kesenian Reog yang Menakjubkan

Di barisan paling belakang tampil kemegahan Reog Ponorogo lengkap dengan penari Jathilan, Bujang Ganong, dan barisan Warog yang bergerak lincah dan terampil. Reog menjadi simbol keberanian, kekuatan, kesenian, tradisi, dan kebanggaan masyarakat Ponorogo — tampil memukau dan memikat hati setiap penonton.

Harapan Warga: Semangat Ini Terus Menjaga Persatuan

Sepanjang perjalanan, tepuk tangan dan sorak-sorai warga tak henti menggema. Banyak yang mengaku bangga melihat generasi muda tampil membawa pesan budaya dan persatuan dengan begitu rapi dan penuh penghayatan. Warga berharap semangat yang ditunjukkan para siswa SMP Negeri 3 Rejoso terus tumbuh dan menjadi teladan, agar cinta budaya dan rasa persatuan tetap terjaga di tengah keberagaman yang kita miliki.
Sebuah penampilan yang tak hanya memukau mata, namun juga menyentuh hati — mengingatkan kita bahwa di balik perbedaan budaya daerah, kita tetap bersatu dalam kasih sayang kepada tanah air. (NT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *