PEMBANGUNAN GEDUNG SMP NEGERI 7 NGANJUK DIDUGA GUNAKAN BAHAN KAYU DAN PASIR BERKUALITAS RENDAH
SeputarKita, Nganjuk — Pembangunan gedung SMP Negeri 7 Nganjuk yang bersumber dari Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, dengan pagu anggaran Rp1.127.746.000,- dari APBN Tahun Anggaran 2026, kini memicu kekhawatiran di kalangan warga dan pengamat pembangunan. Pasalnya, proyek yang dikerjakan melalui skema P2SP tersebut diduga menggunakan bahan bangunan yang dinilai berkwalitas rendah.
Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan ini direncanakan berlangsung selama 120 hari kalender. Namun pantauan di lapangan menunjukkan penggunaan bahan kayu yang tampak kurang memenuhi standar mutu, serta pasir yang tercampur banyak tanah dan kotoran. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai ketahanan dan keamanan bangunan dalam jangka panjang, mengingat gedung tersebut akan digunakan sebagai tempat belajar mengajar ratusan siswa setiap harinya.

Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keprihatinannya. “Kayu yang dipakai terlihat tidak awet, pasirnya pun banyak tanah. Bagaimana gedung ini bisa kuat bertahun-tahun jika bahannya saja sudah terlihat rendah kualitasnya sejak awal?” ujarnya.
Masyarakat berharap pengawas pembangunan maupun pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk turun langsung memeriksa kualitas bahan yang digunakan. Mengingat anggaran yang disalurkan cukup besar, wajar jika publik menuntut mutu bangunan yang setimpal, aman, dan layak digunakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai dugaan penggunaan bahan berkwalitas rendah tersebut. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi guna keberimbangan informasi. (NT).
