JALAN SINE–WONOSARI KEMBALI TELAN KORBAN, MINIMNYA PENGAMAN DI KRITIK

0
IMG-20260901-WA0003

SeputarKita, Ngawi — Jalur rawan kecelakaan di ruas Jalan Sine–Wonosari kembali memakan korban jiwa. Minimnya fasilitas pengaman jalan (pembatas jalan/guardrail) di lintasan berbukit tersebut ditengarai menjadi pemicu utama tragedi maut yang menimpa pasangan suami istri pada Senin (31/8) sore sekitar pukul 16.35 WIB.

Kecelakaan tragis ini terjadi tepat di tikungan tajam Bolang, sebelah selatan Kantor Desa Pocol, Kecamatan Sine. Insiden tersebut melibatkan pasangan suami istri, Eko (37) dan Winda Stipani, warga RT 02/RW 02 Dusun Dukuan, Desa Gembol, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi.

Akibat benturan keras di lokasi kejadian, sang suami, Eko (37), meninggal dunia di tempat akibat luka berat yang dialaminya. Sementara sang istri, Winda Stipani, mengalami patah tulang kaki dan langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan darurat.

Jalur Tengkorak Tanpa Guardrail

Tikungan Bolang di selatan Desa Pocol selama ini dikenal warga sebagai salah satu titik paling berbahaya di jalur Sine–Wonosari. Kontur jalan yang menukik tajam dipadu dengan ketiadaan pembatas jalan besi (guardrail) maupun rambu peringatan yang memadai membuat area ini rentan memicu kecelakaan fatal.

Warga sekitar mengaku prihatin atas berulang kalinya insiden di lokasi yang sama. Kondisi penerangan jalan yang minim serta ketiadaan benteng pengaman di pinggir jurang/bahu jalan dinilai membiarkan para pengguna jalan bertaruh nyawa setiap hari.

“Lokasi itu memang sangat berbahaya, tikungannya tajam dan minim sekali pengaman. Kalau hilang kendali, kendaraan langsung berhadapan dengan risiko fatal,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa ngenes yang menimpa warga Desa Gembol ini memicu desakan keras dari masyarakat agar Dinas Perhubungan serta dinas terkait di Kabupaten Ngawi segera turun tangan. Penambahan fasilitas keselamatan seperti guardrail, cermin tikungan, penerangan jalan umum (PJU), dan pita pengatur kecepatan di sepanjang ruas Sine–Wonosari dinilai sudah sangat mendesak demi mencegah bertambahnya deretan korban jiwa.

Kasus kecelakaan ini kini dalam penanganan aparat kepolisian setempat untuk penyelidikan lebih lanjut. (Pathok).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *