Empat Calon Kades Kauman Resmi Kantongi Nomor Urut, Zaenal Arifin Usung Misi “SIMPEL”.

0
3F52C911-33B9-4F33-908F-0112B1BD3344-compressed

Seputar Kita, Pemalang –  Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Kauman, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, memasuki agenda penting. Empat calon kepala desa mengikuti kegiatan penyampaian visi-misi sekaligus pengundian nomor urut yang berlangsung di Aula Balai Desa Kauman, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), panitia Pilkades, perangkat desa, para calon kepala desa, serta warga masyarakat Desa Kauman.

Dalam pengundian nomor urut tersebut, empat calon kepala desa memperoleh nomor sebagai berikut:

  1. Suci
  2. Fuad Zein
  3. Zaenal Arifin
  4. Mu’alif

Pengundian nomor urut menjadi salah satu tahapan penting dalam kontestasi Pilkades. Selain memperkenalkan identitas masing-masing calon, agenda penyampaian visi-misi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui arah pembangunan dan program yang ditawarkan para kandidat.

Zaenal Arifin Usung Misi “SIMPEL”

Salah satu calon kepala desa, Zaenal Arifin yang memperoleh nomor urut 3, menyampaikan gagasan pembangunan Desa Kauman melalui konsep “SIMPEL”, sebuah akronim yang terdiri dari enam huruf, yakni S-I-M-P-E-L.

Konsep tersebut menjadi landasan visi-misi Zaenal dalam mendorong pembangunan desa yang lebih maju, transparan, merata, serta melibatkan partisipasi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Zaenal menegaskan komitmennya untuk membangun Desa Kauman bersama masyarakat, dengan mengedepankan keterbukaan dan pemerataan pembangunan.

“Siap berkomitmen membangun Desa Kauman yang lebih maju dan transparan bersama masyarakat,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam gagasan tersebut.

Melalui huruf ( S ) Zaenal menekankan kesiapan untuk membangun desa secara bersama-sama. Sementara huruf ( I ) menggambarkan komitmen untuk ikut mendorong pembangunan desa yang merata, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Pada huruf ( M ), ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas generasi muda, pendidikan, keagamaan, serta kegiatan sosial sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Desa Kauman.

Zaenal juga menilai perkembangan zaman dan teknologi harus menjadi peluang bagi masyarakat desa. Melalui huruf ( P ), ia mengajak warga memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk kegiatan positif, termasuk mengembangkan usaha serta memasarkan barang melalui platform daring.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan agar masyarakat desa tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan zaman.

Sementara huruf ( E ) mengingatkan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijaga. Seorang pemimpin, menurut gagasan yang disampaikan Zaenal, harus hadir untuk mendengar aspirasi, melayani, serta mengayomi masyarakat.

Adapun huruf ( L ) menekankan pentingnya melanjutkan dan memperkuat persatuan melalui semangat gotong royong serta kepedulian sosial.

Mengedepankan Bukti dan Kebersamaan.

Dalam gagasannya, Zaenal Arifin juga menyampaikan pesan bahwa kepemimpinan tidak seharusnya hanya diisi dengan janji-janji, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan komitmen terhadap masyarakat.

“Kami hadir tidak obral janji, tapi bukti. Kami hadir dari warga, oleh warga, untuk warga,” demikian pesan yang menjadi penegasan dalam misi yang diusungnya.

Pilkades Desa Kauman menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pilihan berdasarkan visi, misi, serta komitmen masing-masing calon. Perbedaan pilihan diharapkan tidak menjadi pemicu perpecahan, melainkan tetap menjaga persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Harapannya, seluruh tahapan Pilkades Desa Kauman dapat berjalan dengan aman, tertib, demokratis, dan kondusif. Siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik, mengedepankan kepentingan warga, serta membawa Desa Kauman menuju pembangunan yang lebih maju, transparan, dan merata.

Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi. Persatuan dan kerukunan masyarakat harus tetap menjadi yang utama. (FN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *