Atasi Pendangkalan dan Ancaman Banjir, PSDA PEMALI COMAL Sisir Sejumlah Saluran Sekunder

0
WhatsApp Image 2026-08-13 at 14.19.08

SeputarKita, Pemalang – Setelah menyelesaikan normalisasi saluran sekunder di Desa Wonokromo, Kecamatan Comal, staf teknik PSDA Pemali Comal kembali melanjutkan penanganan pendangkalan sungai ke Desa Pamutih, Kecamatan Ulujami.

Di Desa Pamutih, persoalan yang ditemukan tak jauh berbeda. Sedimentasi yang menumpuk membuat kapasitas saluran sekunder semakin dangkal. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena saat musim hujan, aliran sungai berpotensi meluap dan mengakibatkan banjir.

Setelah kurang lebih sembilan hari melakukan pekerjaan di Pamutih, staf teknik PSDA Pemali Comal, Andi, kembali bergeser. Pada Kamis (13/8/2026), penanganan dilanjutkan di Desa Sikayu, tepatnya pada saluran sekunder Kesesi Timur.

Di lokasi tersebut, keluhan masyarakat lebih banyak berkaitan dengan kondisi saluran yang terlihat kumuh. Selain sedimentasi, permukaan sungai juga dipenuhi rumput liar yang tumbuh di atas endapan lumpur, sehingga aliran air menjadi kurang optimal.

Andi mengatakan, penanganan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi saluran dan tingkat sedimentasi di masing-masing wilayah.

“Kami melakukan pekerjaan secara bertahap. Setelah Wonokromo, kami bergeser ke Pamutih dan sekarang dilanjutkan ke saluran sekunder Kesesi Timur di Sikayu. Harapannya, dengan normalisasi ini fungsi saluran kembali optimal dan aliran air menjadi lebih lancar,” ujar Andi.

Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi jaringan irigasi dan saluran sekunder agar tetap mampu menampung serta mengalirkan air dengan baik. Namun, upaya teknis ini juga perlu dibarengi kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Sungai bukan tempat sampah. Menjaga kebersihan dan kelancaran aliran merupakan tanggung jawab bersama agar persoalan pendangkalan dan banjir tidak terus berulang. (FN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *