Pompa Air Sibel SDN Ngunut Kawedanan Raib, Sekolah Perkuat Keamanan

0
IMG-20261013-WA0043

Seputarkita,MAGETAN – Aksi pencurian diduga menyasar SDN Ngunut, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Sebuah pompa air sibel milik sekolah dilaporkan hilang dan baru diketahui pada Senin pagi saat aktivitas sekolah kembali berlangsung setelah libur akhir pekan.

 

Peristiwa tersebut membuat pihak sekolah terkejut. Pompa air yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air di lingkungan sekolah diketahui sudah tidak berada di tempatnya. Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kawedanan.

 

Kepala SDN Ngunut, Lena Eriyana, membenarkan adanya kehilangan pompa air sibel tersebut. Namun, pihak sekolah belum dapat memastikan kapan pencurian terjadi karena sekolah tidak beraktivitas pada Sabtu dan Minggu.

 

“Peristiwa ini baru diketahui pada Senin pagi saat petugas kebersihan sekolah melakukan kegiatan bersih-bersih,” ujar Lena Eriyana.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Sementara itu, nilai kerugian akibat hilangnya pompa air diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

 

Mengingat pentingnya ketersediaan air untuk menunjang kegiatan sehari-hari, pihak sekolah bersama guru dan komite mengambil langkah cepat dengan membeli pompa air pengganti. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan air bagi siswa dan tenaga pendidik tetap terpenuhi, terutama untuk keperluan berwudu dan penggunaan toilet.

 

Lena Eriyana mengungkapkan, kejadian serupa bukan kali pertama dialami sekolahnya. Sebelumnya, menjelang Hari Raya, sekolah juga pernah dibobol pencuri. Saat itu, sejumlah bingkisan yang telah disiapkan untuk dibagikan kepada keluarga besar sekolah turut hilang.

 

Kejadian berulang tersebut menjadi perhatian pihak sekolah dan komite agar sistem keamanan lingkungan pendidikan lebih ditingkatkan.

 

Ketua Komite SDN Ngunut, Parmin, menyampaikan perlunya evaluasi terhadap pengamanan sekolah, termasuk penataan ulang posisi kamera pengawas (CCTV) serta penambahan atau optimalisasi penerangan pada malam hari.

 

“Upaya peningkatan keamanan sangat dibutuhkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan aset sekolah dapat terlindungi,” ungkap Parmin.

 

Ia juga mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah yang segera menyediakan pompa air pengganti. Dengan demikian, kebutuhan air bagi para siswa tetap dapat terpenuhi dan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

 

Pihak sekolah berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar keamanan fasilitas pendidikan lebih terjaga. Sarana dan prasarana sekolah merupakan aset penting yang harus dilindungi demi mendukung kenyamanan serta kelancaran aktivitas belajar para siswa.(Ndri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *