SeputarKita, Ngawi – Pemerintah Desa (Pemdes) Pocol, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, kembali menggelar tradisi adat tahunan “Bersih Desa” sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rahmat, rezeki, dan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada seluruh warga masyarakat. Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini dipusatkan di area punden desa setempat dan balai desa, menghadirkan hiburan seni tradisional kesenian Tayub.
Tradisi bersih desa ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Pocol, Uswatun Khasanah, Camat Sine, Agus Narimo, beserta jajaran jajaran Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) Sine, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias memadati lokasi acara.
Wujud Syukur dan Pemersatu Warga
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pocol, Uswatun Khasanah, menyampaikan bahwa bersih desa bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan sebuah warisan leluhur yang sarat akan makna spiritual dan sosial. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi serta gotong royong antarwarga.
“Bersih desa ini adalah simbol pembersihan diri dan lingkungan desa dari segala bala dan marabahaya. Sekaligus, ini adalah ungkapan rasa syukur kolektif kami, seluruh warga Desa Pocol, atas hasil bumi yang melimpah. Kami berharap melalui doa bersama ini, Desa Pocol ke depan semakin maju, tenteram, dan sejahtera,” ujar Uswatun Khasanah penuh harap.
Beliau juga mengapresiasi kekompakan warga dan seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini sehingga dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

Dukungan Penuh dari Muspika Kecamatan Sine
Apresiasi senada juga datang dari Camat Sine, Agus Narimo. Dalam arahannya, beliau memuji konsistensi Pemdes dan masyarakat Pocol dalam menjaga kearifan lokal ditengah arus modernisasi. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif untuk membentengi budaya bangsa.
“Kami dari jajaran Muspika Kecamatan Sine sangat mendukung kegiatan bersih desa di Desa Pocol ini. Selain nilai luhur gotong royong yang terlihat nyata, pelestarian seni tradisional seperti Tayub ini adalah langkah konkret agar generasi muda tidak lupa akan akar budayanya sendiri. Semoga kekompakan ini terus terjaga demi kemajuan Kecamatan Sine pada umumnya,” tutur Agus Narimo.
Kehadiran unsur Muspika lainnya—termasuk perwakilan dari Polsek dan Koramil Sine—turut memberikan rasa aman dan menegaskan sinergi yang kuat antara jajaran pemerintahan dengan masyarakat di tingkat desa.
Kemeriahan Seni Tradisional Tayub
Setelah prosesi ritual adat dan kenduri doa bersama selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan pagelaran seni tradisional Tayub. Alunan gending Jawa yang ritmis segera menghidupkan suasana di pendopo balai desa.
Kesenian Tayub, yang dikenal sebagai tarian pergaulan tradisional sarat makna keselarasan, berhasil memikat perhatian warga. Tidak hanya menjadi tontonan, kesenian ini juga menjadi ruang interaksi sosial di mana pamong desa dan warga dapat membaur merayakan sukacita bersama dalam gerak tari yang santun dan penuh kebersamaan.
Seorang warga setempat mengungkapkan kegembiraannya atas terselenggaranya acara ini. “Acara seperti ini selalu dinanti-nanti warga setiap tahunnya. Selain bisa berdoa bersama untuk keselamatan desa, hiburan Tayub ini jadi hiburan rakyat yang bikin suasana desa jadi guyub rukun,” ungkapnya hangat.
Dengan suksesnya pergelaran bersih desa ini, Pemdes Pocol membuktikan bahwa komitmen pembangunan desa tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur fisik belaka, melainkan juga merawat jiwa spiritualitas dan kelestarian budaya lokal masyarakat demi hari esok yang lebih baik. (Pathok).
