SeputarKita,Ngawi – Pengurus National Paralympic Committee Indonesia Kabupaten Ngawi mengikuti kegiatan Kick Off Training of Trainers (TOT) Manajemen Talenta Olahraga Disabilitas yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga RI di Karanganyar, Jawa Tengah, pada 10 hingga 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pembinaan olahraga disabilitas secara nasional.
Dari Kabupaten Ngawi, terdapat lima peserta yang mewakili NPCI Ngawi dalam pelatihan tersebut. Seluruh peserta merupakan mantan atlet penyandang disabilitas yang dinilai memiliki pengalaman dan pemahaman langsung terhadap kebutuhan pembinaan atlet difabel di daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, mengatakan peserta dipilih berdasarkan pengalaman di bidang olahraga maupun rehabilitasi fisik. Selain itu, mereka juga dinilai memiliki kewenangan dalam penyusunan program pembinaan olahraga di lingkungan Disparpora Ngawi.
“Peserta yang diberangkatkan memang dipilih berdasarkan pengalaman dan keterlibatan mereka dalam pembinaan olahraga disabilitas. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di Ngawi,” ujar Wiwien, Rabu (13/5/26).
Sebelum keberangkatan, para peserta juga dibekali data dan persoalan nyata yang dihadapi olahraga disabilitas di Kabupaten Ngawi. Langkah tersebut dilakukan agar peserta mampu mencari solusi yang relevan dan aplikatif selama mengikuti pelatihan nasional.
Menurut Wiwien, salah satu fokus utama dalam pelatihan tersebut adalah metode pencarian bakat atlet disabilitas dengan pendekatan ilmiah. Melalui metode itu, potensi atlet dapat dipetakan lebih akurat, baik dari sisi fisik maupun psikologis.
“Pendataan atlet harus dilakukan secara sistematis supaya perkembangan prestasi mereka bisa dipantau dengan baik. Dengan begitu, pembinaan tidak lagi berjalan secara sporadis,” kata Wiwien.
Selain pembinaan atlet, pelatihan juga menekankan pentingnya pengembangan fasilitas olahraga yang inklusif. Pemerintah daerah didorong memastikan setiap pembangunan maupun renovasi sarana olahraga dapat diakses dengan mudah oleh penyandang disabilitas.
Wiwien menambahkan, pemerintah daerah juga berupaya mengoptimalkan penggunaan peralatan olahraga standar bagi atlet disabilitas. Menurut dia, kebutuhan alat olahraga khusus membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat.
“Kami berusaha menyinkronkan anggaran daerah dan pusat agar kebutuhan alat olahraga khusus bagi atlet disabilitas bisa terpenuhi secara bertahap,” ucap Wiwien.
Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee Indonesia Ngawi, Sunarto, menilai pelatihan tersebut menjadi kesempatan penting bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka di bidang olahraga.
“Pelatihan ini menjadi wadah yang sangat baik bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri,” kata Sunarto.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, para peserta mendapatkan materi mengenai manajemen talenta olahraga serta pelatihan menjadi pelatih yang profesional. Sunarto berharap pengalaman tersebut dapat melahirkan pelatih dan atlet-atlet disabilitas berbakat dari Kabupaten Ngawi pada masa mendatang. (TA).
