SeputarKita,Pemalang, – Temuan ulat selama dua hari berturut-turut pada ( 17–18 April 2026) di SPPG Temuireng, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, menjadi sorotan serius dan memicu evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti hal itu, Satgas MBG Kabupaten Pemalang melalui Nurkholes menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan langsung di lapangan, senin 20 april 2026.
Dari hasil evaluasi, ditemukan sejumlah catatan penting terkait infrastruktur dan tata kelola yang dinilai perlu segera diperbaiki. Catatan tersebut telah disampaikan kepada pengelola SPPG Temuireng.
“Sudah kami cek dan evaluasi lapangan, ada beberapa catatan yang harus segera diperbaiki. Jika tidak ditindaklanjuti, akan kami usulkan penutupan sementara,” ujar Nurkholes.

Satgas menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya penegakan standar, khususnya terkait kebersihan, keamanan pangan, dan kelayakan operasional. Penutupan sementara disebut sebagai langkah terakhir apabila perbaikan tidak dilakukan dalam waktu yang wajar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembinaan kepada pengelola sebagai langkah pencegahan.
“Kami sudah lakukan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kualitas bahan pangan dan proses pengolahan harus dijaga secara konsisten. Evaluasi dan pengawasan berkelanjutan dinilai krusial untuk memastikan program MBG tetap berjalan sesuai standar dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Seputar Kita Pemalang masih berupaya mengkonfirmasi pihak pengelola SPPG Temuireng terkait langkah perbaikan yang akan dilakukan, termasuk tenggat waktu dan upaya teknis yang disiapkan. (FN)
