SeputarKita,Pemalang– BUMDes “Seroja” Desa Iser, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang menjadi sorotan publik setelah laporan pertanggungjawaban keuangan menunjukkan kondisi yang tidak menggembirakan.
Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) Laporan Pertanggungjawaban BUMDes yang digelar di aula Balai Desa Iser, Kamis (9/4/2026). Forum tersebut dihadiri Sekretaris Camat (Sekcam) Petarukan Agus Fitriyanto yang mewakili Camat Muhibbin, Kepala Desa Iser Warsono, perangkat desa, BPD beserta anggota, pengurus BUMDes, tokoh masyarakat,tokoh pemuda, serta tamu undangan lainnya.

Dalam pemaparan laporan keuangan tahun buku 2025 hingga awal 2026, BUMDes Seroja yang bergerak di unit usaha jual beli gabah dan beras diketahui menerima penyertaan modal dari dana desa sebesar Rp 204.000.000. Namun, hasil usaha justru menunjukkan angka kerugian sebesar Rp5.379.300.
Tak hanya itu, dalam laporan neraca juga terungkap adanya piutang pihak ketiga sebesar Rp35.213.000 yang hingga kini belum kembali ke kas BUMDes. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait pengelolaan usaha desa tersebut.
Suasana Musdes pun berlangsung dinamis. Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan kritis. Salah satu tokoh pemuda, Roni, mempertanyakan kejelasan pengembalian modal dan piutang.
“Modal awal ratusan juta dari dana desa, lalu ada piutang puluhan juta. Ini kapan akan kembali ke saldo BUMDes?” ujarnya di forum.
Hal serupa juga disampaikan Harjo selaku Poldes yang menyoroti lemahnya pengelolaan piutang yang dinilai berpotensi merugikan keuangan desa apabila tidak segera ditangani secara serius.
Menanggapi hal tersebut, Saroji selaku Direktur BUMDes Seroja, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal dalam menjalankan usaha, meskipun menghadapi berbagai kendala di lapangan.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun memang ada kendala, terutama dari pihak reseller dan masyarakat yang belum melakukan pembayaran. Ke depan, kami akan memperbaiki sistem penjualan dan penagihan agar lebih tertib,” jelasnya.
Saroji juga menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen meningkatkan transparansi pengelolaan BUMDes.
“Kami rencanakan pada bulan Juni atau Juli mendatang akan kembali menggelar Musdes laporan pertanggungjawaban. Hasilnya akan kami sampaikan secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat Desa Iser,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Iser, Warsono, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan.
“Kami akan dorong pembenahan, terutama dalam manajemen usaha dan penagihan piutang. Harus ada perbaikan agar kedepan tidak mengalami kerugian lagi,” ujarnya.
Sekcam Petarukan, Agus Fitriyanto, juga mengingatkan pentingnya profesionalitas dalam pengelolaan BUMDes.
“Dana desa adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. Piutang harus jelas dan segera ditindaklanjuti. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Dengan kondisi kerugian dan piutang yang belum terselesaikan, BUMDes Seroja kini berada dalam sorotan. Pertanyaan pun mengemuka di tengah masyarakat: apakah ini sekadar kendala usaha, atau ada persoalan dalam tata kelola yang belum sepenuhnya siap? (FN)
