Media Seputar Kita
Menyajikan Fakta dan Realita
Media Seputar Kita
Menyajikan Fakta dan Realita

SeputarKita, Ngawi – Menindaklanjuti instruksi efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada seluruh lembaga pendidikan di provinsi tersebut, SMA Negeri 1 Kedunggalar Kabupaten Ngawi melakukan aksi konkret dengan mengajak guru dan siswa menggunakan sepeda atau jalan kaki untuk berangkat ke sekolah.
Aksi ini diprakarsai langsung oleh Kepala Sekolah (Kasek) Andrias, yang pada Senin pagi (30/3/26) berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda kayuh. Hari tersebut menjadi hari pertama siswa masuk sekolah setelah libur Hibur Lebaran.
“Kami mendapatkan arahan dari Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Ibu Gubernur untuk memberikan contoh nyata dalam efisiensi BBM. Oleh karena itu, saya pribadi memberikan contoh dengan berangkat ke sekolah menggunakan sepeda,” ujar Andrias.
Perjalanan dari rumahnya yang berlokasi di Desa Klitik, Kecamatan Geneng, hingga sekolah di Kawu, Kedunggalar, memiliki jarak sejauh 15 kilometer. Andrias harus berangkat lebih awal karena membutuhkan waktu 30 menit untuk mencapai sekolah, sedangkan jika menggunakan kendaraan bermotor hanya memakan waktu 15 menit.
“Meskipun terasa cukup melelahkan, saya telah berniat untuk memberikan contoh yang baik kepada guru dan siswa di sekolah kami,” jelasnya.
Selain Kasek, aksi peduli terhadap efisiensi BBM juga diikuti oleh sebagian guru dan siswa yang rumahnya berada dalam jarak terjangkau dengan sekolah. Mereka memilih untuk berangkat dengan jalan kaki atau menggunakan sepeda ontel.
“Kami berharap siswa SMAN 1 Kedunggalar dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya efisiensi BBM. Bagi yang rumahnya dekat, kami mendorong untuk menggunakan jalan kaki atau sepeda. Selain menghemat BBM, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap terwujudnya konsep green school atau sekolah hijau,” ucap Andrias.
Salah satu siswa, Irfan, mengaku tidak merasa keberatan untuk berangkat sekolah dengan sepeda ontel. Jarak rumahnya ke sekolah kurang dari satu kilometer, sehingga ia lebih memilih menggunakan sepeda daripada motor seperti biasanya.
“Saya mengikuti arahan guru untuk hemat BBM. Selain bisa berolahraga, menggunakan sepeda juga membuat saya bisa menghemat uang saku karena tidak perlu membeli bensin,” ungkap Irfan.
Pihak sekolah berharap aksi efisiensi BBM yang dilakukan dapat menjadi contoh bagi seluruh masyarakat, khususnya pelajar di daerah lain, untuk lebih banyak menggunakan sepeda atau jalan kaki saat berangkat ke sekolah. Upaya ini diharapkan tidak hanya mengurangi kebutuhan akan BBM tetapi juga membantu mengurangi polusi udara di lingkungan sekitar. (Pathok).