Seputarkita, Ngawi – Peringatan hari lahir ke-74 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Ngawi digelar melalui kegiatan halal bi halal dan kajian Aswaja warga Nahdlatul Ulama di Gedung MWC NU Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jumat (3/4/2026). Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang penegasan sikap Pergunu dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh pemerintahan dan organisasi keagamaan. Camat Ngrambe Dhanang Wahyudi Priyanto, Lurah Ngrambe Edy Santoso, Ketua MWC NU Ngrambe Khomsunya’la, serta para guru yang tergabung dalam kepengurusan Pergunu se-Kecamatan Ngrambe turut hadir dalam acara tersebut.
Sejumlah badan otonom NU juga tampak mengikuti kegiatan ini, di antaranya Muslimat NU, Fatayat NU, dan Pagar Nusa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas warga NU dalam menjaga tradisi keilmuan sekaligus memperkuat peran pendidikan di tengah masyarakat.

Ketua Pergunu Ngawi, Nuri Karimatunnisa, yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ngawi dari Partai Kebangkitan Bangsa serta menjabat Ketua Komisi I, menegaskan bahwa perjuangan Pergunu tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia menyatakan organisasi guru NU harus berdiri di garis depan dalam memperjuangkan nasib tenaga pendidik.
Menurut Nuri, hingga kini masih banyak guru, terutama di lembaga pendidikan swasta, yang belum mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang layak. Kondisi tersebut dinilai tidak boleh terus dibiarkan karena guru memiliki peran vital dalam membangun masa depan bangsa.
“Kami di Pergunu secara tegas mendesak pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan guru secara nyata, mulai dari tunjangan, penghasilan yang layak, hingga jaminan sosial yang merata bagi seluruh guru,” tegas Nuri.
Ia juga menyoroti pentingnya keadilan dalam kebijakan rekrutmen aparatur sipil negara bagi para tenaga pendidik. Menurutnya, guru yang mengabdi di sekolah swasta harus mendapatkan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi.
“Pemerintah harus membuka akses bagi guru di sekolah swasta untuk menjadi ASN maupun PPPK tanpa diskriminasi, dengan mekanisme yang transparan dan berkeadilan,” lanjutnya.
Selain persoalan kesejahteraan, Pergunu juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Penguatan kompetensi guru dinilai menjadi kunci agar dunia pendidikan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.
Sementara itu, Camat Ngrambe Dhanang Wahyudi Priyanto memberikan apresiasi terhadap peran Pergunu yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pembinaan generasi muda di wilayahnya.
“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Pergunu Ngrambe. Jangan pernah berhenti dalam kebaikan. Kami juga menitipkan generasi muda agar dididik dengan sebaik-baiknya, terutama dalam pembentukan akhlak dan moral di tengah derasnya pengaruh media sosial,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Nuri Karimatunnisa sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi. Momen tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen Pergunu untuk terus memperjuangkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru di Kabupaten Ngawi. (Patok).
