Keluhan Bau Pengolahan Usus Ayam Ramai di TikTok, UD. Barokah Beri Klarifikasi dan Lakukan Perbaikan.

0
995b0a97-dc10-43ad-995a-d9f96de69c39

Seputar Kita, Pemalang – Keluhan masyarakat terkait bau menyengat yang muncul di sekitar aktivitas pengolahan usus ayam UD. Barokah, yang berada di Desa Serang, Dusun Gayang, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, beberapa waktu terakhir menjadi perhatian setelah beredar di media sosial TikTok.

Informasi mengenai kondisi tersebut salah satunya diunggah melalui akun TikTok @slametali_mco.pemalang, yang memperlihatkan kondisi aliran sungai di sekitar lokasi dan menyampaikan adanya kekhawatiran masyarakat terhadap bau serta kondisi aliran air yang terlihat kotor.

Menanggapi hal tersebut, pemilik UD. Barokah, Slamet, pada Minggu, 4 Oktober 2026, memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan langkah yang telah dilakukan pihaknya untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Menurut Slamet, bau menyengat yang muncul beberapa hari sebelumnya terjadi ketika pintu aliran sungai sekunder dalam kondisi ditutup sehingga debit air menjadi kecil dan sebagian aliran sungai mengering. Pada saat itu, aktivitas pengolahan usus masih berlangsung sehingga air limbah yang masuk ke aliran sungai tidak dapat terbawa arus secara optimal dan kemudian menimbulkan bau.

Slamet, mengatakan pihaknya memahami keresahan masyarakat dan tidak mengabaikan persoalan tersebut. Sebagai tindak lanjut, pihak UD. Barokah telah membuat sistem penyaringan menggunakan gestrep untuk membantu menyaring air dari proses pengolahan usus sebelum dialirkan menuju sungai sekunder.

“Kami memahami keluhan masyarakat. Memang beberapa hari lalu kondisi sungai sedang kering karena pintu air ditutup, sementara kami masih melakukan aktivitas pengolahan. Akibatnya muncul bau yang kurang sedap. Untuk itu kami sudah melakukan perbaikan dengan membuat penyaringan menggunakan gestrep, sehingga sebelum air dialirkan ke sungai, terlebih dahulu melalui proses penyaringan,” ujar Slamet.

Selain memperbaiki sistem penyaringan, Slamet juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penyesuaian terhadap jadwal operasional. Apabila pintu aliran sungai sekunder dibuka dan debit air cukup, aktivitas pengolahan akan tetap berjalan. Namun, apabila aliran ditutup dan kondisi sungai kembali minim air, kegiatan pengolahan akan dihentikan sementara.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi agar air limbah tidak tertahan ketika kondisi aliran sungai sedang kecil sehingga tidak menimbulkan bau yang dapat mengganggu masyarakat sekitar.

“Kalau aliran sungai dibuka dan debit airnya cukup, kami tetap bisa beroperasi. Tetapi kalau aliran ditutup dan sungainya kering, untuk sementara kami akan mengistirahatkan pekerja dan menghentikan pengolahan. Ini untuk menghindari air limbah tertahan dan menimbulkan bau,” jelasnya.

Slamet juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekitar atas kondisi yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Ia mengakui kondisi tersebut menjadi evaluasi bagi pihaknya agar ke depan aktivitas pengolahan lebih memperhatikan keadaan aliran sungai.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi beberapa hari lalu. Ini menjadi evaluasi bagi kami. Ke depan kami akan lebih memperhatikan kondisi aliran air dan pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat,” ungkap Slamet.

Pada malam harinya, di waktu yang sama, Karang Taruna Desa Serang turut diundang untuk melakukan koordinasi bersama pihak UD. Barokah. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya membangun komunikasi dan kerja sama yang baik ke depannya, sekaligus mencari solusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Dalam koordinasi tersebut, muncul gagasan untuk mengembangkan budidaya ikan lele. Limbah dari proses pengolahan usus ayam nantinya dapat dikaji dan dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pakan lele, dengan tetap memperhatikan proses pengolahan, kebersihan, keamanan, serta ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun kesehatan ikan.

Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah pemanfaatan limbah secara lebih produktif, sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi bersama antara UD. Barokah, Karang Taruna, dan masyarakat Desa Serang. Namun, pelaksanaannya tetap memerlukan kajian dan pengelolaan yang tepat agar pemanfaatan limbah benar-benar aman dan efektif.

Sementara itu, Koramil 03/Petarukan melalui Solikhin turut menindaklanjuti adanya keluhan masyarakat tersebut. Penanganan persoalan ini diharapkan dapat dilakukan secara kondusif dengan mempertemukan kepentingan masyarakat dan pihak pengelola usaha, sehingga setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi dan langkah nyata.

Keluhan yang sempat ramai di media sosial tersebut sekaligus menjadi perhatian bersama mengenai pentingnya pengelolaan limbah dari kegiatan usaha agar tidak menimbulkan dampak yang mengganggu lingkungan sekitar.

Dengan adanya klarifikasi dari pihak UD. Barokah serta langkah konkret berupa pembuatan sistem penyaringan, penyesuaian jadwal operasional, dan rencana koordinasi untuk mengembangkan budidaya ikan lele, diharapkan pengelolaan limbah ke depan dapat semakin baik dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Masyarakat tentu berhak mendapatkan lingkungan yang nyaman, sementara pelaku usaha juga memiliki kesempatan untuk menjalankan kegiatan ekonominya. Keduanya dapat berjalan beriringan apabila terdapat komunikasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta komitmen untuk melakukan perbaikan ketika ditemukan persoalan.

Seputar Kita Pemalang akan terus mengedepankan pemberitaan yang berimbang dengan memberikan ruang kepada masyarakat maupun pihak pengelola untuk menyampaikan informasi dan klarifikasi, sekaligus mendorong penyelesaian setiap persoalan secara bijak dan konstruktif. (FN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *