Bukan Sekadar Estafet, Tunas Kelapa Satukan Semangat Warga Pemalang

0
WhatsApp Image 2026-09-15 at 20.11.50

SeputarKita, Pemalang – Perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) dalam rangka HUT ke-65 Gerakan Pramuka Tingkat Jawa Tengah tidak sekadar menjadi rangkaian serah terima tunas kelapa. Saat melintasi Kabupaten Pemalang, Selasa (8/9/2026), kegiatan tersebut justru memperlihatkan bagaimana semangat Pramuka mampu menggerakkan kepedulian masyarakat.

Pasukan ETK yang membawa tunas kelapa dari Kabupaten Tegal memasuki wilayah Pemalang melalui Jembatan Kalirambut, Kecamatan Jatinegara. Dari titik perbatasan tersebut, tunas kelapa diterima Kwartir Cabang (Kwarcab) Pemalang untuk kemudian diteruskan dari satu kecamatan ke kecamatan berikutnya hingga menuju perbatasan Pemalang dengan Kabupaten Purbalingga.

ETK merupakan tradisi khas Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah yang dilaksanakan setiap tiga tahun. Di balik perjalanan panjang tersebut tersimpan pesan tentang kesinambungan, persaudaraan, kedisiplinan dan semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dari pendidikan kepramukaan.

Yang menarik, dukungan terhadap rombongan ETK tidak hanya datang dari para anggota Pramuka. Warga turut mengambil bagian secara spontan dengan memberikan makanan dan minuman kepada para peserta yang sedang menjalankan tugas.

Eni, warga Gombong, misalnya, sengaja menyediakan jeruk, roti serta minuman kemasan. Ia berharap makanan dan minuman tersebut dapat membantu para pasukan yang membutuhkan bekal atau sekadar melepas dahaga di tengah perjalanan.

“Saya menyediakan ini barangkali ada pasukan yang haus atau membutuhkan bekal,” kata Eni.

Kepedulian Eni ternyata memiliki cerita tersendiri. Ia pernah menjadi bagian dari pasukan pembawa tunas kelapa. Pengalaman tersebut membuatnya merasa memiliki kedekatan dengan tradisi ETK dan terdorong untuk memberikan dukungan kepada generasi Pramuka yang saat ini melanjutkan estafet.

Ketua Kwarcab Pemalang Sukarso menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat. Menurutnya, respons warga menjadi bukti bahwa kegiatan Pramuka masih memiliki ruang dan perhatian di tengah kehidupan masyarakat.

“Ini tidak dikondisikan. Masyarakat bergerak sendiri untuk memberikan dukungan kepada pasukan pembawa tunas kelapa,” ujar Sukarso.

Menurutnya, makna ETK tidak berhenti pada berpindahnya tunas kelapa dari satu kabupaten ke kabupaten lain. Perjalanan tersebut menjadi simbol bagaimana nilai-nilai kepramukaan terus diwariskan dari generasi ke generasi sekaligus memperkuat hubungan antardaerah.

Dari Pemalang, pasukan ETK kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Purbalingga sebelum diteruskan ke Kabupaten Banyumas. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju pusat kegiatan peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka Tingkat Jawa Tengah.

Pada akhirnya, tunas kelapa yang berpindah tangan dari satu wilayah ke wilayah lainnya membawa pesan sederhana: semangat kebersamaan akan terus tumbuh ketika masyarakat ikut menjaga dan meneruskannya. (FN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *