Pemkab Ponorogo Akan Gelar Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 Hadirkan Last Child dan Ndarboy Genk

0
IMG-20261030-WA0002

SeputarKita, Ponorogo – Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Final Persiapan Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 di Aula Bapperida, Selasa (27/10/2026). Dalam Rakor tersebut, dipimpin langsung Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, didampingi Sekda Kabupaten Ponorogo Agus Sugiharto, para Asisten Bupati dan seluruh Kepala OPD se-Kabupaten Ponorogo.

Agenda utama pada Rakor tersebut yaitu untuk meninjau dan mengecek kesiapan masing-masing OPD satu per satu, untuk memastikan perhelatan akbar Kemilau Pekan Raya Ponorogo, yang akan digelar pada 3-6 November 2026 di Alun-Alun Ponorogo.

Pada Rakor tersebut, para Kepala OPD diminta memaparkan progres stand Expo & Inotech, inovasi yang akan ditampilkan, pelayanan yang akan dibawa ke Alun-Alun, hingga kesiapan personel guna memeriahkan dan mensukseskan event Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026.

Event Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 akan menyajikan 4 agenda besar yaitu Expo & Inotech OPD: Seluruh OPD menampilkan inovasi dan pelayanan langsung di Alun-Alun. Warga bisa mengurus dokumen, konsultasi, dan melihat transformasi digital Ponorogo, Pameran Ekraf & Bazar UMKM Raksasa: Lebih dari 200 UMKM terbaik Ponorogo akan hadir dengan produk unggulan, Festival Band Pelajar:Panggung kreativitas bagi band-band pelajar SMP-SMA se-Ponorogo. Konser Musik Spektakuler dengan OPENING 3 November: LAST CHILD, CLOSING 6 November: NDARBOY GENK

Selain itu, pada event tersebut juga digelar acara Undian Hadiah PBB Tahun 2026 sebagai apresiasi bagi wajib pajak yang telah lunas sebelum 31 Agustus 2026, dengan hadiah utama 1 unit sepeda motor X-Max. Dan seluruh event tersebut gratis untuk masyarakat Ponorogo.

Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Sugiarto menjelaskan bahwa Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 mengusung empat ekosistem utama. Yakni, pameran inovasi dan teknologi (inotek); pameran ekonomi kreatif dan bazar UMKM; festival band dan konser music; serta awarding tax atau penghargaan bagi wajib pajak yang taat.

“Pekan raya ini dapat menjadi ruang interaksi bagi perangkat daerah, pelaku usaha, institusi pendidikan, komunitas, industri, dan masyarakat. Juga sarana inotek menjadi ajang bagi perangkat daerah dan instansi pendidikan menunjukkan pengembangan teknologi dan inovasi yang mereka miliki. Layanan-layanan terbaru atau terobosan-terobosan perangkat daerah, mulai dari kesehatan, pendidikan, pelayanan KTP, pelayanan perizinan, bisa juga ditampilkan di pekan raya, “kata Agus.

Agus menambahkan, pameran ekraf dan bazar UMK sebagai bentuk dukungan bagi Ponorogo yang masuk jejaring kota kreatif dunia atau UCCN. Diharapkan melalui event KPRP bakal memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Kalau tidak salah, tujuh subsektor ekonoki kreatif. Mulai dari kerajinan, kuliner, fashion, dan aplikasi digita, seni, dan desain ambil bagian. Untuk festival musik di KPRP juga mengobati kerinduan kalangan pelajar berkompetisi. Sebab, Ponorogo selama 10 terakhir vakum festival musik. Perlu diingat musik bagian dari ekonomi kreatif, “imbunhnya.

Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan, event Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 merupakan uapaya atau langkah untuk menyatukan berbagai potensi dan kreativitas daerah dalam satu agenda. Tidak hanya perangkat daerah yang berinovasi, namun kalangan pelajar ikut unjuk kreativitas. Tanpa kecuali, pegiat ekonomi kreatif serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

“Tadi sudah kita cek satu per satu, saya bangga semua OPD antusias, termasuk Bapperida yang sudah siap dengan data pembangunan yang informatif. Saya ingin Kemilau Pekan Raya ini menjadi panggung kebangkitan kita. Panggung bagi OPD untuk unjuk pelayanan, panggung bagi UMKM untuk naik kelas, panggung bagi pelajar untuk berkarya, dan panggung hiburan untuk rakyat dengan Last Child dan Ndarboy Genk, “ujar Lisdyarita.

Lebih lanjut, Lisdyarita megatakan, pihaknya berharap event Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 kedepan dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Ke depannya itu akan bisa jadi seperti Grebeg Suro sehingga bisa mendongkrak PAD. Saya mengundang seluruh masyarakat Ponorogo, ayo datang, ramaikan Alun-Alun Ponorogo pada 3-6 November 2026. Semua gratis. Kita buat Ponorogo berkilau bersama, “pungkasnya.(sul/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *