Estafet Kepemimpinan Rutan Magetan Berganti, Hadi Wijaya Siap Lanjutkan Pembinaan dan Perkuat Sinergi

0
Screenshot_2026_0826_133614

 

Seputarkita,MAGETAN – Kepemimpinan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Magetan resmi berganti. Hadi Wijaya, A.Md.IP., S.H., M.Si., kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Rutan Magetan menggantikan Ari Rahmanto, A.Md.P., S.H., M.H.

Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan serah terima jabatan sekaligus acara pisah sambut yang berlangsung di Aula Rutan Kelas IIB Magetan, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan penguatan dalam bidang pembinaan, pelayanan dan keamanan.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kusnali, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Wakil Bupati Suyatni Priasmoro, jajaran Forkopimda, serta sejumlah mitra kerja pemasyarakatan.

Ari Rahmanto selanjutnya mendapat tugas baru sebagai Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Magelang. Selama menjabat sebagai Karutan Magetan sejak 4 September 2024, Ari telah mengabdikan diri selama kurang lebih 1 tahun 11 bulan 21 hari.

Dalam kesempatan tersebut, Ari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Rutan Magetan, warga binaan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum serta seluruh pihak yang selama ini turut mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Menurut Ari, berbagai capaian yang berhasil diwujudkan selama masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja bersama. Kolaborasi antara jajaran petugas, warga binaan, pemerintah daerah dan para mitra menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program di Rutan Magetan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan maupun kesalahan, baik dalam sikap maupun tutur kata.

Ari berharap jajaran Rutan Magetan dapat memberikan dukungan penuh kepada pejabat baru sehingga berbagai program yang telah berjalan dapat terus dikembangkan.

“Saya berharap teman-teman semua tetap memberikan dukungan kepada Pak Hadi. Semoga tugas beliau di Rutan Magetan berjalan baik dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Hadi Wijaya menyampaikan penghargaan atas pengabdian Ari Rahmanto selama memimpin Rutan Magetan. Ia menilai sejumlah program dan capaian yang telah dibangun merupakan fondasi penting yang harus dipertahankan dan dikembangkan.

“Terima kasih atas pengabdian selama memimpin Rutan Magetan. Semoga seluruh dedikasi yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan menjadi bekal dalam menjalankan amanah di tempat tugas yang baru,” kata Hadi.

Mengemban tugas sebagai Karutan Magetan, Hadi menyadari bahwa tanggung jawab tersebut bukanlah pekerjaan ringan. Rutan memiliki peran strategis dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan, khususnya dalam memberikan pelayanan, pembinaan dan pengamanan terhadap warga binaan.

Karena itu, Hadi menegaskan akan melanjutkan program-program yang sudah berjalan dengan baik sekaligus membuka ruang inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan.

Menurutnya, warga binaan bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri melalui berbagai program pembinaan. Harapannya, setelah menyelesaikan masa pidana, mereka mampu kembali ke lingkungan masyarakat dengan bekal keterampilan, sikap dan kepribadian yang lebih baik.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Hadi menekankan pentingnya tiga komitmen utama.

Pertama, memperkuat integritas seluruh jajaran dengan menjalankan prinsip zero halinar, zero pungli dan zero narkoba, serta mengedepankan profesionalitas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat. Pelayanan pemasyarakatan, menurutnya, harus terus diarahkan agar semakin transparan, humanis dan profesional.

Ketiga, memperkuat kekompakan internal serta sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan, unit pelaksana teknis pemasyarakatan dan seluruh mitra kerja.

“Ke depan kita akan melanjutkan program yang sudah baik dan bersama-sama melakukan inovasi untuk mewujudkan Rutan Magetan yang aman, bersih dan berkelas,” tegasnya.

Hadi juga mendorong terbukanya kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dalam bidang pembinaan kemandirian, pembinaan rohani serta reintegrasi sosial warga binaan.

Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat maupun pihak lainnya dapat semakin memperluas peluang pembinaan bagi warga binaan.

“Rutan Magetan ini tidak bisa dibangun sendiri. Mari kita bangun bersama-sama. Saya mohon bimbingan, arahan dan dukungan dari seluruh pihak,” tuturnya.

Berbekal Pengalaman Panjang di Dunia Pemasyarakatan

Hadi Wijaya bukan merupakan sosok baru dalam lingkungan pemasyarakatan. Sebelum dipercaya memimpin Rutan Magetan, ia telah menjalani perjalanan karier di berbagai unit pemasyarakatan.

Kariernya dimulai sebagai staf pengamanan di Lapas Narkotika Jakarta pada 2003 hingga 2012. Selanjutnya, ia dipercaya menduduki jabatan Kepala Subseksi Pelaporan di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta pada 2012–2016.

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ketika Hadi dipercaya sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Lapas Kelas IIA Bengkulu pada 2016–2020. Setelah itu, ia mengemban jabatan serupa di Lapas Kelas IIA Curup pada 2020–2023.

Sebelum mendapat amanah sebagai Karutan Magetan, Hadi bertugas sebagai penanggung jawab bidang intelijen wilayah 3 pada Direktorat Pengamanan dan Intelijen (Dirpamintel), Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jakarta, selama 2023–2026.

Dengan pengalaman tersebut, Hadi kini menghadapi tantangan baru untuk membawa Rutan Magetan terus berkembang, baik dari sisi pembinaan, pelayanan maupun keamanan.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian pejabat, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan program dan meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan.

Di bawah kepemimpinan Hadi Wijaya, Rutan Magetan diharapkan mampu mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih sekaligus melahirkan inovasi baru yang memberikan manfaat nyata.

Dengan mengedepankan integritas, profesionalitas, sinergitas dan pendekatan humanis, Rutan Magetan diharapkan semakin mampu menjalankan fungsi pemasyarakatan sekaligus mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat secara lebih baik, produktif dan mandiri.(Ndri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *