Ratusan Murid SMP Negeri 1 Rejoso Semarakkan Pawai Budaya Tingkat Kecamatan

0
IMG-20260820-WA0029

SeputarKita, Nganjuk – Suasana Kecamatan Rejoso berubah menjadi lautan semangat dan warna budaya saat pawai budaya tingkat Kecamatan Rejoso digelar meriah. Sebanyak 400 siswa SMP Negeri 1 Rejoso tampil memukau, berjalan beriringan membawa pesan persatuan, cinta tanah air, dan pelestarian budaya bangsa. Kamis, 20 Agustus 2026.

Pawai berangkat dari Desa Musir Kidul, menempuh rute sepanjang sekitar 3,5 kilometer melintasi Desa Banjarejo, Desa Rejoso, hingga berakhir di Lapangan Desa Talang. Sepanjang jalan, ribuan warga memadati tepian jalan menyaksikan dan menyemangati barisan peserta yang berjalan dengan penuh kebanggaan.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Joko Alip Gunarso, S.Pd., SMP Negeri 1 Rejoso senantiasa menanamkan nilai keteladanan, kedisiplinan, dan cinta budaya bangsa kepada seluruh siswa. Keikutsertaan ratusan siswa dalam pawai ini bukan sekadar tampil meriah, melainkan membawa makna dan harapan tulus untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Barisan demi Barisan, Penuh Makna Filosofis. Pawai disusun secara berurutan dengan muatan nilai yang mendalam:

🔹 Barisan Cucuk Lampah

Berjalan paling depan sebagai “pematuk langkah”. Dalam falsafah Jawa bermakna: perjuangan besar selalu dimulai dengan keberanian menjadi perintis, melanggar lebih dulu meski jalan belum tentu mulus.

🔹 Barisan Drumband “Gema Restu Kencana”

Alunan musik yang dipandu para siswi membawakan lagu-lagu daerah seperti Cindai, Angin Mamiri, dan Gadis Cantik Kalimantan. Dentuman dan melodi bukan sekadar bunyi — melainkan detak jantung bangsa yang terus melangkah maju. Namanya sendiri bermakna: suara yang terus bergema, membawa doa dan berkah leluhur menuju kemuliaan.

🔹 Spanduk: “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”

Mengandung pesan: kemerdekaan adalah hasil perjuangan darah dan air mata. Berdaulat berarti bangsa berdiri tegak menentukan nasib sendiri. Adil berarti tak ada yang tertinggal dalam pembangunan. Makmur berarti kesejahteraan merata dari Sabang sampai Merauke.

🔹 Barisan Putri Domas

Peserta berbusana adat Jawa anggun dan memukau penonton. Putri Domas melambangkan kelembutan sekaligus kesetiaan, pengabdian, dan semangat menjaga serta melindungi apa yang dijunjung tinggi.

🔹 Spanduk: “Mencintai dan Melestarikan Keberagaman Indonesia”

Menjadi jantung seluruh pawai: Indonesia bukan satu warna, melainkan mozaik ratusan suku, bahasa, dan adat yang bersatu. Mencintai Indonesia berarti merangkul perbedaan; melestarikannya berarti menjaga warisan agar tak usang dimakan zaman.

🔹 Penutup: Kesenian Reog

Di barisan paling belakang tampil Reog — warisan budaya asli tanah Jawa yang melambangkan kekuatan, keberanian, dan keteguhan hati. Sebagaimana penari mengangkat Dadak Merak seberat puluhan kilogram hanya dengan kekuatan rahang, menjadi metafora: bangsa ini mampu menanggung beban seberat apa pun dan tetap berdiri tegak.

Ribuan warga yang hadir tampak bangga dan berharap semangat yang ditunjukkan para siswa SMP Negeri 1 Rejoso terus tumbuh, menjaga budaya sekaligus memperkokoh persatuan di tengah keberagaman bangsa. (NT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *