Seputarkita,NGAWI – Pemerintah Desa (Pemdes) Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat ketahanan keluarga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Bahaya NAPZA dan Pencegahan Pernikahan Dini yang digelar pada Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Diah Retno Noviatni, sebagai narasumber. Sosialisasi diikuti oleh kader Posyandu dan pengurus Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Desa Jogorogo sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) serta dampak negatif pernikahan usia dini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang secara rutin dilaksanakan Pemdes Jogorogo. Melalui kader Posyandu dan PIK-R, diharapkan edukasi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga dan kalangan remaja.

Dalam pemaparannya, Diah Retno Noviatni menegaskan bahwa kader Posyandu dan pengurus PIK-R memiliki peran penting sebagai agen perubahan di lingkungan masyarakat.
“Kader Posyandu dan remaja di PIK-R adalah agen perubahan. Mereka yang berinteraksi langsung dengan warga dan sesama remaja. Memahami bahaya penyalahgunaan NAPZA dan dampak negatif pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun ekonomi, sangat penting agar mereka bisa mengedukasi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Jogorogo, Pras, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang demi mewujudkan masyarakat desa yang berkualitas.
“Kami di Pemdes Jogorogo berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan positif seperti ini. Masa depan desa ada di tangan remaja kita. Jika remajanya terhindar dari NAPZA dan tidak terburu-buru menikah sebelum waktunya, maka kualitas keluarga dan masyarakat Jogorogo di masa depan akan jauh lebih baik,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara Pemdes Jogorogo, PLKB, kader Posyandu, dan pengurus PIK-R, diharapkan upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA serta pernikahan dini dapat berjalan lebih efektif. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda di Desa Jogorogo.(Pathok)
