Oplus_16908288
Seputarkita, Ngawi – Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ngawi yang digelar di Hotel Nata Azana, Ngawi, Sabtu (4/4/2026), menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai lima tahun ke depan. Forum tersebut secara resmi mengusulkan tiga nama sebagai calon Ketua DPC PKB Ngawi periode mendatang.
Tiga figur yang masuk dalam bursa calon ketua adalah Nuri Karimatunnisa, S.Si., Anas Hamidi, S.H., serta H. Kalam, S.H. Ketiganya dinilai memiliki pengalaman politik, rekam jejak organisasi, serta basis dukungan kader yang cukup kuat untuk memimpin PKB Ngawi menghadapi dinamika politik daerah.
Proses penentuan nama-nama tersebut tidak dilakukan secara instan. DPP PKB melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap kader-kader potensial yang dianggap mampu menggerakkan mesin partai sekaligus memperkuat posisi PKB dalam kontestasi politik mendatang.
Perwakilan Ketua DPP PKB yang juga anggota DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menjelaskan bahwa pemetaan calon dilakukan melalui sejumlah indikator penting, termasuk keaktifan kader dalam organisasi dan masukan dari pengurus di tingkat daerah.
“Pemetaan calon ketua DPC didasari keaktifan dalam organisasi, kemudian masukan dari DPC, serta tim pusat juga turun langsung ke daerah untuk melihat bagaimana pergerakan kader di tingkat bawah,” kata Rivqy Abdul Halim.
Setelah ditetapkan dalam Muscab, ketiga nama tersebut tidak otomatis menjadi ketua. Mereka masih harus mengikuti tahapan seleksi lanjutan yang disiapkan oleh DPP PKB sebagai bagian dari proses penjaringan kepemimpinan yang lebih komprehensif.
“Para calon yang sudah diusulkan ini akan mengikuti uji kelayakan dan kompetensi, termasuk psikotes dan pemaparan visi misi, sehingga kita bisa melihat bagaimana mereka diproyeksikan memimpin PKB di daerah selama lima tahun ke depan,” ujar Rivqy Abdul Halim.
Menurut Rivqy, hasil dari tahapan seleksi tersebut akan menentukan siapa yang nantinya dipercaya memimpin DPC PKB Ngawi.
Pengumuman ketua terpilih direncanakan dilakukan sebelum bulan Juli tahun ini.
Ia menambahkan bahwa para ketua DPC yang terpilih nantinya akan dilantik secara serentak oleh Ketua Umum DPP PKB dalam momentum peringatan Hari Lahir PKB pada 23 Juli mendatang. Pelantikan serentak ini menjadi bagian dari konsolidasi nasional partai.
Dalam kesempatan yang sama, Rivqy juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan elektoral PKB di Kabupaten Ngawi. Ia menilai tren perolehan kursi partai tersebut terus menunjukkan peningkatan dalam dua pemilu terakhir.
“Dulu sebelum Pemilu 2024 PKB di Ngawi hanya memiliki empat kursi DPRD, tetapi pada Pemilu 2024 berhasil meningkat menjadi enam kursi. Dengan kaderisasi dan pencalegan dini yang kami lakukan, insya Allah target sepuluh kursi pada Pemilu 2029 bisa tercapai,” tegas Rivqy Abdul Halim.
Ia juga menyinggung kemungkinan konfigurasi politik pada Pilkada mendatang. Menurutnya, PKB membuka peluang untuk berbagai skenario politik yang realistis sesuai dinamika yang berkembang.
“Politik itu dinamis. Kami realistis saja, tidak harus menjadi pemenang, tetapi minimal PKB bisa menjadi runner up sehingga memiliki peluang untuk digandeng menjadi wakil bupati,” ujar Rivqy Abdul Halim.
Salah satu kandidat yang diusulkan dalam Muscab, Anas Hamidi, menegaskan bahwa soliditas partai menjadi faktor utama yang harus dijaga setelah proses pemilihan kepemimpinan selesai.
“Harapan kami siapapun yang nantinya memimpin DPC PKB Kabupaten Ngawi harus mampu menjaga kekompakan partai, mengemban amanah kader, hadir di tengah masyarakat, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat,” kata Anas Hamidi.
Sementara itu, Nuri Karimatunnisa yang juga masuk dalam bursa calon ketua menilai Muscab kali ini menunjukkan kekuatan konsolidasi PKB di tingkat daerah. Tingginya tingkat kehadiran peserta menjadi bukti kuatnya komitmen kader terhadap masa depan partai.
“Saya sangat mengapresiasi Muscab ini karena tingkat kehadiran hampir seratus persen. Bahkan Bupati dan Wakil Bupati juga hadir, ini menunjukkan bahwa PKB Ngawi memiliki soliditas yang kuat,” ujar Nuri Karimatunnisa. (Pathok).
