Media Seputar Kita
Menyajikan Fakta dan Realita
Media Seputar Kita
Menyajikan Fakta dan Realita

Seputarkita,JOMBANG, – Sebuah pemandangan tidak biasa terjadi di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang pada Jumat (27/3/2026) malam. Di saat jam kerja formal telah usai, lima pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) justru diambil sumpahnya untuk menduduki posisi strategis. Pelantikan yang terkesan mendadak ini memicu spekulasi di tengah masyarakat mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar birokrasi Kota Beriman.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, akhirnya memberikan penjelasan untuk meredam tanda tanya publik. Menurutnya, pelantikan yang terkesan tertutup ini bukanlah sebuah skenario yang direncanakan sejak jauh hari, melainkan respons atas kondisi administratif yang “injury time”.

Rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang menjadi syarat mutlak pelantikan baru mendarat di meja Pemkab Jombang pada pukul 15.15 WIB. Dengan waktu yang hanya tersisa hitungan jam sebelum akhir pekan, pemerintah daerah memilih untuk bergerak ekstra cepat daripada membiarkan jabatan tersebut kosong lebih lama.
Selain faktor teknis surat-menyurat, Agus mengungkapkan adanya tekanan jadwal yang sangat padat pada awal pekan berikutnya. Agenda penting di Surabaya dan Jakarta yang melibatkan pimpinan daerah menjadi alasan kuat mengapa pelantikan tidak bisa diundur ke hari Senin.
”Kami mempertimbangkan agenda hari Senin dan Selasa yang sudah terjadwal dan tidak bisa diwakilkan. Karena itu, pelantikan dilakukan malam itu juga agar pejabat baru bisa langsung tancap gas,” jelas Agus melalui sambungan telepon.
Sorotan Publik: Efektivitas vs Transparansi
Meski alasan administratif telah dibeberkan, kesan “mendadak” ini tetap menjadi catatan bagi para pengamat kebijakan publik. Pelantikan di luar jam kerja biasanya hanya terjadi pada situasi darurat atau kondisi luar biasa.
Di satu sisi, langkah ini dipuji sebagai bentuk responsivitas tinggi agar organisasi perangkat daerah (OPD) tidak kehilangan momentum kerja. Namun di sisi lain, proses yang serba cepat ini memunculkan tantangan bagi para pejabat yang dilantik untuk membuktikan bahwa persiapan yang singkat tidak akan memengaruhi kualitas kepemimpinan mereka.
Kini, bola panas ada di tangan lima pejabat baru tersebut. Publik akan mengawasi apakah pelantikan yang dilakukan dalam keremangan malam ini mampu menghasilkan performa pelayanan publik yang terang benderang bagi masyarakat Jombang.(WD)